Surat kabar Yunani, Estia, menerbitkan tajuk utama “Bowed to the sultan and opened the door for F-35s” (Tunduk kepada Sultan dan membuka pintu untuk F-35) sebagai bentuk reaksi keras dan kekhawatiran diplomatik atas pemulihan hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Tajuk utama ini dipicu oleh pernyataan mengejutkan Donald Trump dalam KTT NATO di Ankara pada 7-8 Juli 2026, di mana ia menyatakan kesiapan AS untuk mencabut sanksi CAATSA dan mempertimbangkan kembali penjualan jet tempur siluman F-35 ke Turki.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai konteks dan dampak dari berita utama tersebut:
Konteks di Balik Tajuk Utama Estia
- Pernyataan Trump di KTT NATO: Donald Trump memuji Turki sebagai sekutu yang “loyal” dan menyatakan bahwa ia tidak keberatan dengan kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Turki. Trump membuka peluang besar agar Turki bisa masuk kembali ke program F-35.
- Narasi “Sultan”: Istilah “Sultan” yang digunakan oleh media Yunani merujuk langsung kepada Presiden Erdogan. Penggunaan kata “tunduk” (bowed) mengekspresikan kekecewaan media Yunani yang menilai Trump terlalu banyak mengalah pada tuntutan geopolitik Turki.
- Penggunaan Gambar AI: Laporan media menyebutkan bahwa koran Estia bahkan menggunakan ilustrasi rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan Trump tampak membungkuk di depan Erdogan demi mendramatisasi tajuk utamanya.

Dampak dan Reaksi Regional
- Kekhawatiran Yunani: Pemerintah Athena sangat khawatir bahwa kembalinya F-35 ke tangan Turki akan merusak keseimbangan kekuatan militer di Laut Aegea. Menteri Pertahanan Yunani, Nikos Dendias, secara terbuka menyatakan bahwa Yunani “tidak menyambut” keputusan tersebut.
- Hambatan Hukum di AS: Meskipun Trump memberikan lampu hijau, langkah ini menghadapi tentangan kuat di dalam negeri AS. Berdasarkan undang-undang yang disahkan Kongres AS pada 2020, penjualan F-35 ke Turki secara hukum tetap dilarang selama Turki masih mengoperasikan sistem S-400 Rusia. Yunani kini mengandalkan celah hukum Kongres ini untuk memblokir janji Trump.
- Penolakan dari Israel: Selain Yunani, Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menentang keras rencana ini. Israel menilai jet F-35 di tangan Turki dapat mengancam superioritas udara mereka di Timur Tengah.
Kehebatan utama jet tempur F-35 Lightning II terletak pada teknologi silumannya (sangat sulit dilacak radar) dan konektivitas canggihnya. Pesawat generasi kelima ini berfungsi seperti pusat informasi terbang yang dapat membagikan data medan tempur secara real-time kepada pasukan darat, laut, dan udara lainnya.








Tetap saja dapat ditembak jatuh oleh IRGC menggunakan deteksi panas
Bikin fans yahudi pesek, mewek2
hahahaha dogan ngemis f35 butuh bgt teknologi mamarika
kalau erdigan suruh trump buat perintah zionis angkat kaki dari palestina baru boleh dikatakan tunduk, yg beginian mah urusan atar sekutu. karena turki sudah keluar uang banyak diawal.