Iran Mengirim 160 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Venezuela setelah Gempa Bumi Dahsyat

🇮🇷 🇻🇪Iran telah mengirimkan sekitar 160 ton bantuan kemanusiaan ke Venezuela sebagai respons terhadap gempa bumi kembar dahsyat yang melanda negara itu pada 24 Juni yang menewaskan 3.889 orang.

Inilah gambaran dunia yang lebih baik, di mana negara-negara saling membantu alih-alih mengeksploitasi, menjatuhkan sanksi, membom, dan menjarah seperti yang dilakukan AS.

Pengiriman tersebut tiba di pelabuhan La Guaira, dan disambut oleh para pejabat Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yván Gil, mengumumkan kedatangan tersebut, dan menyoroti komposisi bantuan tersebut. “Muatan tersebut mencakup 40 ton makanan yang dikemas dalam paket siap distribusi untuk masyarakat yang terkena dampak bencana,” katanya.

Persediaan tersebut, yang juga mencakup popok, handuk, minyak goreng, dan barang-barang penting lainnya, sedang diproses di pusat distribusi Mercal untuk segera dikirim ke wilayah yang terdampak.

Gil menekankan pentingnya pengiriman ini dalam konteks hubungan bilateral. Atas nama Pemerintah Bolivarian, rakyat Venezuela, dan Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodríguez, beliau menyampaikan “rasa terima kasih kami yang paling tulus kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, kepada Menteri Luar Negeri Syed Abbas Araghchi, dan kepada Kuasa Usaha Iran di Venezuela, Sirous Karimi, atas respons luar biasa mereka.”

Bantuan ini menyusul ungkapan solidaritas sebelumnya dari Iran. Pada 25 Juni, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei (atau Esmaeil Baqaei), menegaskan kesiapan Iran untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Gempa bumi pada 24 Juni, dengan magnitudo 7,2 dan 7,5, menyebabkan kerusakan dahsyat, terutama di La Guaira dan daerah dekat Caracas.

Angka resmi menunjukkan bahwa bencana tersebut telah menelan korban jiwa sekitar 3.889 orang, melukai lebih dari 16.700 orang, dan merusak atau menghancurkan ratusan bangunan, dengan puluhan ribu orang dilaporkan hilang atau mengungsi.

Venezuela terus menerima bantuan dari berbagai negara dan organisasi di tengah upaya pemulihan yang sedang berlangsung.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *