Said Didu: Prabowo hanya punya pilihan ‘kill or to be killed”

Muhammad Said Didu:

“Walau beritanya simpang siur, Kasus mundurnya Jampidsus dan Ketua Tim Pelaksana PKH (Tim Penertiban Kawasan Hutan) Ferie Ardiansyah hendaknya dimanfaatkan oleh Presiden @prabowo membenahi lembaga penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK).

Jika tidak, atau terlambat, maka serangan Geng SOP (Solo-Oligarki-Parcok) lewat penegak hukum ke Presiden @Prabowo akan makin keras.

Ingat: To kill or to be killed. (Habisi oligarki dan gengnya, atau Prabowo yang malah dihabisi)”

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 komentar

  1. pilihannya hanya kill or to be killed, ah… gampang itu. cuma masalahnya “cuma nyali kagak ?”

    untuk nasehati, rasanya ga penting dah. orang belegug kayak gitu ga bakalan ngatri 🤣🤪

    1. saya jarang komen saya angkat bicara sebab sudah keterlaluan yg pakai nama saya, AF yg asli hanya melawan argumen wahabi dan syiah! gapernah hina ahlusunnah, gapernah ga dukung palestina dan gapernah hina habaib silahkan cek rekam jejak saya sejak dulu!!! walaupun sedikit gasetuju sm anies.
      makasih🙏🏻
      saya gaakan komen lg kecuali darurat hehe soalnya udh tua

  2. kondisinya emang jadi dilematis karena siapapun bisa menyamar atas nama orang lain, susah untuk identifikasi, sebaiknya ada foto profil yang ga bisa di copy. semoga admin bisa memfasilitasi 🙏

  3. jika Prabowo ingin pemerintahan nya benar-benar bersih dan efektif maka Gibran harus dilengserkan (wakil Termul), Polri harus diganti (Termul), Panglima TNI (cekraman Luhut) harus diganti, Ketua KPK (Termul) harus diganti dan bersihkan para menteri dari unsur-unsur Genk Solo sampai keakar-akarnya, terakhir tangkap dan adili Jokowi dan kroni-kroninya, atau rakyat yang akan mengadili nya di pengadilan jalanan….