Kenapa Koruptor Menyukai Dollar Singapura?

✍️Arsyad Syahrial

Harta luar biasa banyak ditemukan di dalam brankas di basement yang digeledah Polisi terkait JAM Pidsus FA, terdiri dari batangan emas (LM) sebanyak 74kG dan uang tunai USD & SGD, yang total keseluruhannya bernilai sekitar Rp 476milyar.

Ini mengingatkan kita kepada kasus:
•⁠ ⁠Gayus Tambunan (2010) di mana di dalam SDB (safe deposit box) miliknya ditemukan simpanan USD dan SGD senilai Rp 74milyar.
•⁠ ⁠⁠Rafael Alun (2023) di mana di dalam SDB miliknya ditemukan simpanan USD dan SGD senilai Rp 37milyar.
•⁠ ⁠⁠Zarof Ricar (2024) di mana di brankas tanah rumahnya ditemukan simpaan LM sebanyak 51kG emas dan USD + SGD dengan total nilai Rp 900an milyar.
•⁠ ⁠⁠Ratu Juling yang menerima amplop berisi SGD 12.000.

Kalau diperhatikan kenapa para koruptor itu menyimpan dalam bentuk SGD (dollar Singapura)?

Selain faktor kedekatan lokasi geografis Singapura, SGD ini juga mempunyai nominal pecahan yang sangat besar, yaitu SGD 10.000 (ini nominal uang dengan nilai terbesar di dunia!).

Bayangkan 1 lembarnya bernilai Rp 140 Juta, praktis sekali dibandingkan dengan menyimpan uang Rupiah, bukan? Makanya para koruptor senang dengan SGD.

Pemerintah Singapore sebenarnya sudah lama menyadari bahwa pecahan SGD 10.000 ini digunakan untuk money laundering, sehingga sejak tahun 2014 MAS (monetary authority of Singapore) sudah menghentikan peredarannya.

Jadi bank-bank di SGP yang menerima pecahan SGD 10.000 ini harus menarik dan menyerahkannya ke MAS (Monetary Authority of Singapore/Bank Sentral Singapura) — link: https://www.mas.gov.sg/regulation/notices/notice-763

Namun itu bukan berarti pecahan SGD 10.000 sudah tidak berlaku lagi, tidak. Karena MAS memiliki aturan yang sama dengan The Fed-nya USA, yaitu uang yang mereka pernah cetak itu tetap berlaku sesuai nilai nominalnya walaupun telah ditarik dari peredaran.

Tak berhenti sampai di situ, MAS juga menyadari pecahan uang SGD 1.000 juga sering dipakai untuk pencucian uang, sehingga mereka pun menghentikan pencetakan pecahan SGD 1.000 per 1 Januari 2021 dengan alasan yang sama, namun tidak menariknya dari peredaran seperti pecahan SGD 10.000.

Di Singapore sendiri, mendapatkan pecahan SGD 1.000 itu susah, bahkan pemilik rekening harus membuat perjanjian dengan pihak bank.

Sementara di sini, well… silakan pergi saja ke money changer besar atau bahkan menengah, mudah sekali mendapatkannya. Termasuk juga pecahan SGD 10.000…!

Heran?

Well, begitulah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. artinya binatu di Konoha memfasilitasi para koruptor untuk mengamankan hasil rampokannya, padahal binatu salah satu tempat prioritas yang akan diselidiki oleh penegak hukum, duit setan dimakan iblis.