Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, mengatakan pada hari Kamis (9/7/2026) bahwa pihak berwenang telah menangkap sebuah sel yang bertanggung jawab atas “pemboman teroris” yang menghantam Damaskus dua hari lalu.
“Sel yang bertanggung jawab atas pemboman teroris yang menargetkan Damaskus dua hari lalu kini berada dalam tahanan kami,” kata Khattab dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA).
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang akan mengungkapkan “identitas anggota sel, peran mereka, dan semua afiliasi mereka” setelah penyelidikan selesai.
Khattab tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang para tersangka atau keadaan penangkapan mereka.
Dua kejadian bom terbaru di Damaskus, Suriah, terjadi berturut-turut pada awal Juli 2026:
1. Ledakan Bom Kafe (2 Juli 2026)
- Peristiwa: Sebuah bom rakitan meledak di dekat sebuah kafe yang berada di sekitar Istana Kehakiman, jalur menuju Pasar Hamidiya, Damaskus.
- Dampak: Serangan ini mengakibatkan 10 orang tewas dan 21 lainnya mengalami luka-luka.
2. Ledakan Dua Bom Rakitan Saat Kunjungan Presiden Prancis (7 Juli 2026)
- Peristiwa: Dua bom rakitan meledak di pusat kota Damaskus, tepatnya di dekat Kementerian Pariwisata dan Hotel Four Seasons. Insiden ini terjadi di tengah kunjungan resmi Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
- Kronologi: Aparat keamanan awalnya menemukan dua bom rakitan sederhana (satu di dalam mobil yang diparkir dan satu lagi di tempat sampah). Namun, kedua bom tersebut meledak saat tim khusus sedang bersiap untuk menjinakkannya.
- Dampak: Sedikitnya 18 orang terluka, termasuk empat anggota kepolisian. Presiden Emmanuel Macron dilaporkan berada dalam kondisi aman karena posisi ledakan berada di luar perimeter pengamanannya.






