Tanggapan Ustadz Bachtiar Nasir terkait Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Tanggapan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) terkait Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei:

“Bagaimana perspektif UBN News Room? Secara perspektif peradaban dan geopolitik, rute prosesi lintas dua negara ini (Iran-Irak) bukan sekedar ritual perpisahan sebetulnya, tetapi ia adalah pernyataan geopolitik. Membawa jendazah Khamenei melewati Najaf dan Karbala, dua jantung spiritualitas Syiah global adalah pesan tegas dari Teheran bahwa pengaruhnya di Iraq tetap utuh meski telah kehilangan pemimpin tertingginya. Seperti dikutip Free Press Journal 2 Juli 2026, melakukan prosesi lintas batas ini membutuhkan mobilisasi penuh. Sebuah bukti nyata bahwa poros perlawanan Iran belum runtuh. Bagi dunia Islam secara luas, Peristiwa ini menandai akhir satu era dan awal ujian stabilitas bagi Republik Iran dibawah kepemimpinan baru yang belum teruji.

Kedua, dari perspektif Syariah dan etika Islam.

Penundaan pemakaman selama 4 bulan memicu perdebatan luas. Dalam fikir Islam, jenazah seorang Muslim diwajibkan dikebumikan sesegera mungkin setelah kematian. Umumnya dalam waktu 24 jam.

Namun para ulama juga mengakui adanya ruang darurat atau keadaan mendesak yang dapat menjadi dasar pengecualian hukum. Sebagaimana berlaku dalam kondisi perang aktif dan ancaman keamanan yang nyata seperti yang dihadapi Iran sejak Februari lalu.

Terlepas dari perdebatan fikih tersebut, skala dan kekhidmatan proses ini yang melibatkan jutaan Muslim dari berbagai bangsa dan melintas kota-kota suci Islam yang mencerminkan dimensi spiritual, ini tentu melampaui sekedar urusan kenegaraan.

Sementara sumber CNN 3 Juli 2026 dan berita-berita lainnya yang saya jadikan sebagai referensi mempertegas bahwa apa yang diselenggarakan dalam proses pemakaman ini menunjukkan ini bukan sekedar pemakaman biasa, ini adalah ketegasan eksistensi Iran sebagai sebuah kekuatan dan sekaligus menunjukkan soliditas masyarakatnya terhadap kepemimpinan yang kemarin dan mungkin yang akan datang.”

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar