Kasus dugaan korupsi batu bara PLN yang bikin listrik mati ini bikin kita mikir…

✍️Eep S. Maqdir

Kasus dugaan korupsi batu bara PLN ini bikin kita mikir: listrik rakyat kok bisa-bisanya tergantung pada pasokan yang diduga bisa dimainkan kualitasnya, volumenya, bahkan harganya. Kalau benar batu bara kalori tinggi di atas kertas, tapi yang datang kalori rendah di lapangan, itu namanya bukan cuma salah kirim. Itu sudah seperti beli kopi arabika, yang datang kopi sachet tiga ribuan.

Makanya, daripada PLN terus-terusan jadi korban drama pemasok batu bara, kenapa tidak sekalian PLN dikasih IUP tambang sendiri? Tapi syaratnya jelas: tambang itu khusus untuk kebutuhan PLTU PLN saja. Jangan jadi bisnis baru, jangan jadi komoditas ekspor, jangan tiba-tiba ada anak-cucu-cicit perusahaan yang ikut jualan. Pokoknya batu baranya dari tambang, masuk PLTU, jadi listrik. Selesai.

Tentu tambang PLN juga tetap harus diawasi ketat. Jangan sampai niatnya menghindari tikus di gudang beras, malah bikin kandang tikus baru. Tapi gagasannya sederhana: listrik rakyat jangan disandera oleh permainan rantai pasok batu bara. PLN boleh punya tambang, bukan untuk gaya-gayaan jadi sultan batu bara, tapi supaya listrik rakyat tidak padam gara-gara batu baranya kebanyakan akting.

Tapi, bukannya IUP udah habis digasak politisi-politisi?

INDONESIA OH INDONESIA….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *