Imam Al-Ghazali: Rusaknya Rakyat karena rusaknya Penguasa, dan rusaknya Penguasa karena rusaknya Ulama

Kutipan terkenal dari Imam Al-Ghazali tersebut merupakan kritik sosial yang mendalam mengenai mata rantai kerusakan dalam sebuah peradaban. Pesan penuh teks aslinya dalam kitab Ihya Ulumuddin berbunyi:

“Fafasadu al-ri’ayah bi fasadil muluk, wa fasadul muluk bi fasadil ulama, wa fasadul ulama bi isti’lai hubbul mal wal jah.”

Artinya: “Rusaknya rakyat karena rusaknya penguasa, rusaknya penguasa karena rusaknya ulama, dan rusaknya ulama karena dikuasai oleh cinta harta dan kedudukan.”

Makna ungkapan ini bukan sekadar menyalahkan ulama, melainkan menunjukkan rantai sebab-akibat dalam kehidupan sosial:

  1. Ulama rusak ketika mereka menyembunyikan kebenaran, menjual ilmu demi kepentingan dunia, atau lebih dekat kepada kekuasaan daripada kepada kebenaran.
  2. Penguasa rusak ketika tidak lagi mendapatkan nasihat yang jujur dan tidak takut kepada Allah, sehingga cenderung zalim atau korup.
  3. Rakyat rusak karena kebijakan penguasa dan hidup dalam sistem yang tidak adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Qoul Imam Ghozali di atas biasanya dipotong oleh golongan salafi mudkholi sampe kpd perkataan “rusaknya penguasa” sj. Bahkan kadang2 dibalik menjadi “rusaknya penguasa karena rusaknya rakyat”. Perbuatan ulama mereka yg diam dg kerusakan penguasa disembunyikan, padahal dr sini lah semua kerusakan sebuah negara itu bermula.