ADHYAKSA DAULT labrak TIYO ARDIANTO gara-gara kucing diberi nama “PRABODOH SUBIANTOLOL”

Oleh : Ahmad Khozinudin

Saat ini, diam pada rezim yang zalim saja sudah terkategori setan bisu (Syaitonu Ahroj). Apalagi, bicara membela kezaliman rezim, bisa disebut sebagai setan bicara (Syaitonu Natiq/Jubir Setan).

Terhadap pengkritik kezaliman, penyeru amar makruf nahi mungkar, jika tak bisa turut mengkritik minimal diam. Bukannya malah mengkritik pengkritik, yang membuat kezaliman seolah mendapat pembelaan dan legitimasi.

Namun anehnya, Adhyaksa Dault, seorang mantan Menpora, Aktivis HMI, pernah di Senat dan menjadi aktivis, justru sibuk mengkritik Tiyo Ardianto, yang selama ini menjadi ikon pengkritik program MBG Prabowo. Adhyaksa Dault, menyoal ungkapan “Prabodoh Subiantolol” yang menjadi materi kritik satire Tyo Ardiyanto.

Makna kinayah/majazi/kiasan, yang dilontarkan oleh Tiyo Ardianto eks ketua BEM UGM, ditafsirkan dengan makna hakiki/sebenarnya. Lalu, mantan Menpora ini menyimpulkan Tyo tak punya akhlak, tak punya adab, tak bermoral, menghina Presiden, menghina kepala negara bahkan disebut menghina simbol negara.

Padahal, Prabodoh Subiantolol itu nama kucing yang diselamatkan Tiyo. Kucing yang terkena penyakit Schabies akut, yang setiap diobati dengan salep, selalu melawan, mencakar Tiyo.

Tiyo, memberikan kasih sayang dengan mengoleskan salep. Tujuannya, agar kucing tersebut sembuh dari penyakit Schabies. Tapi si kucing, malah merespon dengan mencakar karena merasa perih kulitnya diberi salep.

Lagipula, Adhyaksa Dault tak memiliki basis moral untuk mengkritik Tiyo. Karena selama ini, dia juga bungkam pada kezaliman era Prabowo. Dia mengaku, hanya konsens pada 10 tahun Jokowi.

Dengan ungkapan “Astaghfirullah”, Adhiyaksa meminta Tiyo bertaubat. Tapi, apakah Adhyaksa Dault pernah meminta PRABOWO istighfar atas kegagalan program MBG? Meminta Prabowo istighfar karena banyaknya siswa yang keracunan? Meminta istighfar agar Prabowo melepaskan diri dari lendotannya Teddy Indera Wijaya seperti yang dikritik Amien Rais?

Kadang-kadang, menjadi pembela penguasa zalim itu dibungkus ungkapan religius. Berakting sebagai Penjaga moral, yang mengajak untuk terikat dengan etika dan norma.

Namun, saat putusan MK tak bermoral, menjadikan Wakil Presiden berkuasa dengan mengangkangi etika dan moral, apakah Adhyaksa Dault memberikan tausiyah pada Gibran? Atau meminta PRABOWO istighfar, karena menghalalkan Gibran menjadi Wapresnya meskipun cacat etika konstitusi?

Ah sudahlah. Sekarang ini menjadi pengkritik yang menyuarakan kebenaran itu banyak lawan. Bukan hanya dari penguasa zalim, tetapi juga dari para penjilat kekuasaan zalim, yang menjilat remah-remah dunia dari sisa sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.

Untuk Tiyo, lanjutkan kritikanmu! Rakyat terwakili oleh suaramu!

(fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 komentar

      1. makanya drun gua kata apa stop bawa2 agama dan gausah sok suci sok merasa islam sendirian giliran dibalik gini langsung disuruh ngaca, hey kita gaada bedanya makanya stop sok paling islami sendirian

    1. Tetap Semangat woiiii ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI dalam membela kezaliman‼️ Wkwkwkwk…😝🤣😜😂
      Gue salut ame lu yg istiqomah dalam keGOBLOKAN mu‼️😂

    2. WAJAR banget, wowo juga kurang belajar dan sangat kurang ahlaknya, menjengkelkan dan merugikan jutaan orang, Syukur ada yang melawan akhirnya..

  1. Sejak si cungkring banyak bermunculan orang yang terang² an menunjukkan sikap amoral konsisten dengan opini tololnya buat menjilat rezim bobrok sekarang.

  2. dulu kader partai setelah nga dicalonkan mentri murung mungkin keluar partai.apakah skg kepengen jadi mentri lagi mungkin nganggur itu nga ada fasilitas jadi ngesot pun kali mau

  3. Padahal orang lain menghina kita karena kita sendiri yg memintanya. lho kok? Ya. Prabowo sendiri yg mengundang org untuk menghinanya. Bikin kbijakan ngawur gk pernah minta maaf. Naikin harga BBM gk ada santun-santunya. Diingatkan korupsi BGN direspon reaktif. Pidato di podium mirip emak” lg pms. Jd jgn marah kalau banyak orang muak dg klakuan bodoh dan kekanak-kanakannya. RG dulu nyebut Jokowi Bajingan Tolol, lalu dimana salahnya kalau Tyo namain kucingnya Prabodoh Subiantolol. Gak etis? Ah Ndasmu Etis !!!