Emangnya Dadan Antek Asing?

Daripada sibuk menyalahkan pihak asing, Soros, Singapura, oposisi, Anies, pendemo, atau oligarki, coba belajar instrospeksi dulu, siapa tahu kesalahannya ada di pemerintahanmu sendiri.

Coba evaluasi satu per satu anggota kabinetmu yang tambun itu. Dari 48 menteri, 5 pejabat setingkat menteri, dan 59 wakil menteri, adakah di antara mereka yang sudah bekerja dengan benar? Kompetenkah mereka?

Evaluasi juga tim ekonomimu, selain pintar cari muka, apakah mereka juga pintar menambah devisa? Hitung berapa ekspor dan impormu. Surplus atau defisit. Kalau defisit, apa tindakanmu? Cek juga rasio utang pemerintahanmu, skornya membaik atau memprihatinkan?

Setelah mengevaluasi kabinet, evaluasi juga program-programmu. Jangan cuma berhenti di niat dan tujuan, karena kalau berhenti hanya di niat dan tujuan, semua program pasti terlihat baik. Mana ada pemimpin bikin program untuk tujuan tidak baik. Evaluasi juga pelaksanaannya. Sistemnya sudah benar apa belum. Pantau progresnya. Dalam pelaksanaannya banyak penyelewengan atau tidak.

Jangan sibuk teriak-teriak dirongrong asing atau disabotase pihak lain, eh, ternyata malingnya anak buahmu sendiri. Contoh itu BGN. Yang maling bukan kelas kepala dapur atau pengawas lapangan. Yang korup Kepala BGN-nya loh. Dedengkotnya. Yakin di bawah-bawahnya nggak ikutan main? Belum markup pemilik dapur. Harusnya yang dibelanjakan 10 ribu, kenyataannya banyak menu MBG yang nilainya tidak lebih dari 8 ribu rupiah.

Progresnya bagaimana? Sudahkah terlihat ada perbaikan gizi anak-anak selain perbaikan gizi rekening pemilik yayasan dan pemilik dapur?

Sayang sekali kan program yang anggarannya ratusan triliun per tahun itu hasilnya cuma isi septictank.

Lalu KDMP. Program ini sebenarnya arahnya mau ke mana, mau memperbaiki perekonomian desa atau cuma mau menghabiskan anggaran?

Sudah ada yang berjalan atau belum? Pernahkah dievaluasi pembangunan gedungnya? Dari 3 miliar yang dianggarkan untuk membangun satu gedung KDMP, berapa yang sampai ke kontraktor pelaksana di lapangan? Berapa yang disunat?

Dan dari gedung-gedung KDMP yang selesai di bangun, sudah adakah yang beroperasi? Jika sudah ada, adakah yang sudah memberikan manfaat kepada masyarakat dan koperasi itu sendiri?

Dan terakhir yang paling penting: bagaimana penegakan hukum di negaramu, sudah berjalan dengan baik dan benarkah? Masih adakah praktik-praktik backing membacking pengusaha hitam?

Kalau masih, jangan harap bisnis-bisnis lurus dan sehat yang berkembang. Kalau penegakan hukum di negaramu masih tebang pilih, maka para mafia lah yang akan berkuasa.

Setelah pemerintahanmu dievaluasi, jika semua sudah benar (atau setidaknya sebagian besar sudah benar) tapi kok masih belum menunjukkan hasil, barulah kamu boleh melihat ke luar. Barulah kamu boleh curiga apa ada pihak luar yang mengacaukan atau menyabotase.

Ini belum apa-apa, tiap pidato cuma koar-koar dirongrong pihak asing.

Memangnya Dadan itu orang asing?

Sebelum evaluasi menyeluruh di lakukan, setidaknya belajar dululah hitung-hitungan dasar dengan benar. 10 + 6 itu hasilnya 16. Nggak usah dipolitisir.

Dan terakhir, percayalah, pihak luar hanya mempertimbangkan dua hal dari sebuah negara:

Jika pemerintahan satu negara bersih dan hukumnya berjalan dengan benar, mereka akan respek dan bekerja sama secara mutual, saling menguntungkan.

Sebaliknya, jika suatu negara pemerintahannya bobrok, pihak asing yang masuk pasti hanya pihak asing yang bermasalah, yang niatnya hanya ingin memanfaatkan negara tersebut.

Bisa dikatakan, kita sekarang berada di fase kedua, di mana fase ini adalah akibat, bukan sebab.

~Wendra Setiawan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

    1. kita semua tahu lah kayak apa kalimat andalannya: “prabowo tidak menutup-nutupi kasus”. padahal sejak awal udah banyak yg mengingatkan potensi korupsi, padahal bikin sistem pencegahan korupsi lbh penting & itu ngga dilakukan

  1. Memang pak ndas mau dengerin saran spt di atas? Ikan itu busuk dr kepalanya, dan sayangnya belatungnya itu orang2 lingkaran dalam dia sendiri. Selama belatungnya blm disingkirin, maka ikan bukan cuma makin busuk, tp makin hancur tinggal tulang belulang …

  2. Sudah jelas lah kalau si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI GAK AKAN PAHAM dengan tulisan di atas. Ya karena otak dan kemampuannya yang sangaaaattt rendaaahhh…‼️😝🤣😜😂

  3. sapu jorok ndak mungkin membersihkan lantai.
    jadi presiden dg cara jorok, lantas negerinya mau maju gitu… ?!
    pinter ada batasnya, tapi goblig seringkali tanpa batas……

  4. Secara aturan kl prabowo turun, gibran akan naik jd presiden, kl gibran naik, jokowi pasti back up,
    Fakta zaman jokowi, demo sebesar apapun bisa dikendalikan

  5. Ini orang lebih ke setor wiwi daripada wowo, karena mbg bgn dibentuk pas jokowi mau lengser masih ada video 📹 pidato dia katanya demi anak 🧒 bergizi tapi aslinya ladang korupsi 🤣 😂