Fyi… Super El Nino ini mengingatkan kita pada kejadian di zaman Nabi Yusuf as.
Di zaman beliau, tragedi panas dan paceklik yang sangat mengerikan itu berlangsung selama 8 tahun. Tentu susah banget itu ngadepinnya.
Tapi ternyata… beliau sudah memberikan trik bagaimana supaya selamat dalam menghadapi tragedi panas dan paceklik seperti ini. Intinya ada di dua hal:
1. Berhemat yang beliau gambarnya dengan menanam selama 7 tahun dan panenannya dibiarkan di tangkainya untuk stok. Ini sekaligus metode pengawetan makanan secara alami.
2. Memilih pejabat yang kompeten untuk menghadapi ini. Karena di saat genting gini, peran pemerintah itu vital. Dalam kejadian Nabi Yusuf, akhirnya beliau sendiri yang ditunjuk jadi menteri dan beliau berhasil.
Keberhasil ini dilandasi dua sifat pejabat kompeten dalam diri Nabi Yusuf yakni Hafidzun ‘Alim (حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ) yang disebutkan dalam Surat Yusuf ayat 55. Sifat ini menggambarkan sosok pemimpin yang memiliki integritas dan kompetensi yang luar biasa.
Berikut adalah rincian artinya:
- Hafidzhun (حَفِيْظٌ): Artinya pandai menjaga, memelihara, atau amanah. Dalam konteks Nabi Yusuf saat menjabat sebagai bendaharawan/menteri di Mesir, beliau sangat terpercaya, jujur, mampu mengelola kekayaan negara dengan baik, dan menjaga amanah yang diberikan kepadanya.
- ‘Alim (‘عَلِيْمٌ): Artinya berpengetahuan luas atau cerdas. Nabi Yusuf memiliki keahlian, kompetensi, dan wawasan yang sangat mumpuni di bidangnya, seperti kepintaran dalam ilmu manajemen ekonomi, keuangan, serta keahlian menafsirkan mimpi atau membaca situasi krisis (seperti memprediksi masa subur dan paceklik).
Kombinasi dua sifat ini sering dijadikan standar ideal bagi seorang pemimpin atau profesional: integritas yang kuat (dapat dipercaya) dipadukan dengan kompetensi yang tinggi (ahli dan berilmu).






