PECAH KONGSI PRABOWO-JOKOWI

Namanya politisi, sudah biasa berubah-ubah sikap. Bagi mereka, tidak ada teman abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. SBY awalnya menterinya Megawati, lalu jadi ‘musuh politik’. Awalnya SBY dan JK berjalan bersama, lalu bertarung di pilpres. Prabowo dan Mega awalnya mesra, lalu berpisah. Dan seterusnya.

Ini hal biasa bagi para politisi tersebut. Kita yang baper dengan hal semacam ini, yang terlalu polos dan naif, untuk tidak mengatakan bodoh.

Jadi, ketika ada rumor ‘pertikaian’ kubu Prabowo dan Jokowi, ya anggap biasa saja, toh itu urusan mereka, yang penting bagi umat adalah apa dampak kebijakan yang mereka lahirkan. Jika maslahat, segala puji hanya bagi Allah (alhamdulillah), jika mafsadat, kita kritik. Tidak perlu lah, karena benci dengan Jokowi dengan Gibran, lalu mempahlawankan Prabowo, atau sebaliknya. Politik praktis itu tidak seperti itu, Bro. Orang-orang polos seperti anda ini, yang akan mudah dijadikan alat dan diperalat oleh para politisi culas.

(Ustadz Muhammad Abduh Negara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Setuju sekali. Kami netizen cerdas sudah banyak belajar dari sejarah, khususnya sejarah negeri ini. Berpikir dan berbuat sesuai tuntunan Islam untuk selalu akan bertindak objektif. Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah tanpa berpihak pada siapa pun.

  2. Rakyat mengharapkan pertarungan rezim tai mbg vs iblis jawa sbafai tontonan yg menghibur ditengah susahnya hidup semoga kedua2nya ancur lebur tak tersisa