Syarat jadi konten kreator itu harus buka Aib kah?

Syarat jadi konten kreator itu harus buka aib kah?

Dianggap jujur, apa adanya.
Sekalian mempromosikan kebrobokan moral

Beberapa waktu lalu, si R terang-terangan tampil seperti kaum nabi Luth, ketika mengkonfirmasi dia godain manajer cowonya.

Ga kena cancel culture (hukuman moral) dari publik
Sampai sekarang masih berjaya dari panenan hasil affiliate.
Mukanya makin glowing, hidupnya makin hedon.

Kemarin, sesemamak yang brandingannya nyablak dan terkenal dengan parenting VOC nya, ngaku kalau dia kumpul kebo selama 6 tahun, sebelum akhirnya tekdung dan terpaksa menikah.

Pede banget dia nyebutin aibnya terang-terangan
Mengabarkan kepada dunia, bahwa anak pertamanya hasil hubungan di luar nikah

Ga cukup aib pribadi, semua aib keluarganya diceritain satu-satu.

Ga kena cancel culture
Masih rame endorse-an nya

Jule ni yang paling gong

Dia berani live bareng selingkuhan, buka jilbab, pake baju seksi, post hidup urakan..

Tapi followernya tetap jutaan
Tidak ada cancel culture

Fenomena ini bikin orang mikir,
“Ternyata menyimpang itu gapapa. Hidupnya malah enak dan kaya raya.”

Bayangkan kalau modelan gini keluar di tahun 90-an sampai awal 2010, dijamin langsung dihujat berjamaah tanpa ampun.

Setelah itu, ga akan berani muncul

Kayaknya, ikatan norma kesopanan yang mengikat rakyat Indonesia sebagai bangsa berbudaya dan beretika, sudah mulai hancur tercerai berai..

Semua pelanggaran moral dinormalisasi…

Sampai bingung, ini Indonesia atau Amerika?

Kalau dilihat dari imutnya UMR, ini masih Indonesia sih.

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ada istilah arab yg terkenal, “Jika ingin tenar, kencingilah sumur zam-zam …” Agaknya begitulah perilaku konten kreator sekarang … kejar tayang biar bayaran makin nyohor, gak peduli akhirat digadaikan dg sangat murah … pada dasarnya sih mereka sebenernya liberalis sejati atau bahkan atheis, gak percaya akan adanya hari pembalasan, sama sj dg nggak percaya dg adanya Allah … na’udzubillah