Selain ucapan selamat kepada Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz, ucapan selamat pantas juga diberikan kepada KH Muhammad Nuh, Steering Committee (Komite Pengarah), yang memimpin sidang-sidang di Muktamar ke-35 kemarin, di Jombang, Jawa Timur.
Pagi ini, KH Muhammad Nuh hadir di podcast Dahlan Iskan Dis Morning, menceritakan apa yang terjadi di balik acara Muktamar ke-35, kemarin itu. Menurut saya, setelah mendengar cerita KH Muhammad Nuh pagi ini, satu alasan sebab kesuksesan beliau memimpin Muktamar ke-35 ini adalah beliau tidak memiliki agenda pribadi.
Bahkan, KH Muhammad Nuh mengumumkan kepada berbagai pihak (kelompok) di Muktamar, bahwa ia tak akan maju menjadi apa pun dalam Muktamar ke-35 ini. Wasit yang benar-benar menempati posisi wasit, bukan ikut sekalian menjadi pemain. Padahal, menurut Dahlan Iskan, yang pas jadi Ketua Umum PBNU itu, ya Pak Nuh.
Sebab, selain mantan menteri selama hampir 10 tahun di era SBY, juga mantan rektor Institut Teknologi 10 November. Bahkan, pernah juga menjabat Ketua Dewan Pers, dan yang paling penting adalah anak seorang pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Jadi, relatif lengkap. Satu-satunya teknokrat sejati di PBNU.
Dengan mengumumkan bahwa beliau (KH Muhammad Nuh) tak memiliki misi pribadi, maka otomatis semua pihak (kelompok) dalam Muktamar menghormati posisi beliau. Itupun masih ada yang memprotes beliau, dinilai berpihak dan menghambat calon lain. Saking kuatnya magnet NU dikuasai pihak luar & dalam NU itu sendiri.
Kepentingan pihak luar itu tak akan bisa masuk, kalau tidak kita sendiri (yang dari dalam) mengundangnya, “tegas Pak Nuh. Ini yang sejak awal secara sadar dijaga oleh Pak Nuh. Jadi, tidak hanya dari dalam, dari luar pun akan segan dengan posisi Pak Nuh itu. Ia benar-benar berhasil meletakkan Muktamar di posisi, seharusnya.
Pak Nuh terlihat bangga sekali di hadapan Dis Morning pagi ini, karena pada saat penutupan semua pihak bisa berkumpul kembali dan mengeluarkan satu guyon yang cerdas khas NU, yakni jadi pengurus NU secukupnya saja, tapi jadi NU selamanya. Dahlan Iskan tak lupa mengucapkan selamat beristirahat kepada Pak Nuh, saking terlihat capek seperti tak sempat tidur.
(ERIZAL)








lagi ngingetin paman Usman lu ya Zal ..
yg nguntungin ponakan lewat putusan MK 😂😂