“Hadiah terbesar yang bisa diberikan musuh kepadaku adalah dengan membunuhku. Aku sudah berusia 59 tahun. Daripada mati karena serangan jantung, corona, dan stroke, aku lebih memilih mati sebagai syahid.”
(Yahya Sinwar Abu Ibrahim rahimahullah wa taqabbalah)

Asy-Syahid Yahya Sinwar adalah mantan pemimpin Hamas yang gugur dalam pertempuran dengan pasukan militer Israel (IDF) di Rafah, Gaza selatan, pada 16 Oktober 2024. Ia merupakan figur utama yang merancang serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel, sebuah peristiwa besar yang mengubah pandangan dunia terhadap eksistensi Palestina dan penjajahan Israel.
Kronologi Kesyahidan
- Pertemuan Kebetulan: Unit infanteri Israel berpapasan dengan tiga anggota milisi bersenjata di wilayah Rafah, Gaza selatan.
- Kontak Senjata: Terjadi baku tembak serta hantaman tembakan tank ke sebuah gedung tempat para milisi berlindung.
- Momen Terakhir: Rekaman drone militer menunjukkan sosok Sinwar yang terluka parah di dalam reruntuhan bangunan, duduk di sofa, dan sempat melemparkan sebilah tongkat kayu ke arah drone tersebut sebelum akhirnya syahid ditembak tank.
- Jasad dibawa Israel: Jasad Yahya Sinwar saat ini berada di bawah kendali otoritas Israel dan disimpan di lokasi rahasia setelah dipindahkan ke Tel Aviv.








