“Untung kita punya BPS yang pandai membedaki wajah Indonesia sehingga data domestik kemiskinan rendah dan wajah presiden beserta elite tetap sumringah tanpa ada beban walau korupsi terus berlanjut memperburuk index korupsi dan melemahkan daya saing global,” komen Erizeli Jely Bandaro, analis ekonomi.
64,2% penduduk Indonesia diproyeksikan berada di bawah garis kemiskinan Bank Dunia pada 2026.
Angka ini menempatkan Indonesia di posisi ke-4 tertinggi dari 11 negara ASEAN & peers yang dibandingkan.
Tapi jangan langsung menyimpulkan 64,2% orang Indonesia resmi miskin.
Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional US$8,30 per kapita per hari berdasarkan PPP 2021 untuk kelompok upper-middle income.
Sementara BPS menggunakan garis kemiskinan nasional yang disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi Indonesia.
Artinya, kedua angka tersebut mengukur dengan standar dan tujuan yang berbeda.
(Sumber: KONTAN)








ya gimana gak negara kaya raya, tukang becak aja satu kelas sama Nikita Mirzani tingkat kemakmuran -nya.. karyawn pas-pas an punya mobil langsung satu kelas sama Rafi Ahmad …