Ketua Parlemen Iran yang juga Ketua Juru Runding Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan di X terkait ancaman Trump perang ekonomi terhadap Iran:
“Pihak Amerika tahu bahwa tidak ada yang akan memercayai omong kosong mereka; secara ekonomi, Amerika tidak dalam posisi untuk semakin membatasi hubungannya dengan negara-negara lain.
Mitra dagang Iran telah menegaskan kepada kami—baik melalui media maupun pesan langsung—bahwa mereka tidak menanggapi pernyataan-pernyataan tersebut dengan serius.”
Pernyataan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tersebut menyoroti keyakinan Teheran bahwa sanksi ekonomi Amerika Serikat telah mencapai batas maksimalnya dan tidak lagi efektif memengaruhi mitra dagang internasional Iran.
Secara garis besar, argumen dalam kutipan tersebut dapat dibagi menjadi tiga poin utama:
- Keterbatasan Ekonomi AS: Ghalibaf menilai kondisi domestik dan global saat ini membuat Amerika Serikat tidak lagi memiliki keleluasaan ekonomi untuk memaksa atau membatasi hubungan dagang negara lain dengan Iran.
- Skeptisisme Global: Pemerintah Iran mengeklaim bahwa retorika serta ancaman sanksi baru dari AS tidak lagi dianggap kredibel atau ditakuti oleh komunitas internasional.
- Komitmen Mitra Dagang: Berdasarkan pesan diplomasi yang diterima Teheran, negara-negara mitra menegaskan bahwa mereka akan tetap melanjutkan hubungan bilateral dan mengabaikan tekanan dari pihak Washington.
Rabu lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan niatnya untuk meluncurkan apa yang ia sebut sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun,” seraya menggambarkan kampanye tekanan maksimumnya terhadap Iran sebagai “perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Ia juga menyatakan bahwa negara-negara yang memberikan “penopang hidup” ekonomi bagi Teheran—baik melalui lembaga keuangan, bisnis, bandara, maupun entitas pemerintah mereka—akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.






