✍️Erizeli Jely Bandaro
Pandu Sjahrir menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia. Sebelum dia jadi CIO, dia sudah punya saham pada PT Supra Sekuritas Indonesia melalui SPC PT Asha Artha Sehati. Dia pemegang saham 99,99% pada SPC itu yang menguasai 27,5% saham PT Supra Sekuritas Indonesia.
Pada Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi besar kepada DSSA, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. BREN, PT Barito Renewables Energy Tbk. CUAN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. Ini terkait pelanggaran pasar modal yang melibatkan perdagangan saham. Dalam kasus DSSA, OJK menemukan praktik manipulasi pasar yang dilakukan secara terencana dan terstruktur melalui sejumlah anggota bursa. Nah, PT Supra Sekuritas dikaitkan oleh pemberitaan dengan salah satu anggota bursa yang terkena sanksi tersebut.
Memang OJK belum memberikan sanksi secara formal kepada PT Supra Sekurita. Dan Pandu tidak merasa bersalah karena itu. Prosesnya masih akan berlanjut lewat klarifikasi. Namun secara moral dan etik, Pandu tidak bisa berkelit hanya karena dia tidak tahu dan bukan pengurus dari PT Supra Sekuritas. Karena issue manipulasi saham ini bukan hal baru. Itu sudah berlangsung sejak tahun lalu. Dan sudah diperingatkan oleh MSCI. Dan Pandu berkali kali ketemu dengan Bos MSCI.
Menurut saya, dimanapun di dunia ini, seorang CIO lembaga investasi negara memiliki standar transparansi dan pengelolaan konflik kepentingan yang tinggi. Jangankan punya saham pada perusahaan sekuritas, bertemu secara personal saja dengan beneficiary bursa di luar kantor itu sudah melanggar kode etik.
Kita sangat berharap dan juga presiden, bahwa Danantara itu akan jadi Lembaga yang kredibel dihadapan pasar dan sebagai bridge trust menarik investor dari dalam dan luar negeri. Apa jadinya, bila terbukti CIO nya dipertanyakan etik dan moralnya. Ini bukan soal Pandu saja, tetapi juga soal kompetensi dan integritas Danantara dalam memilih orang jadi pimpinan.







etik..etik ..ndasmu…
mungkin kata2 kotor itu yg akan keluar bila lapor soal ini ke presiden
Jin kentung ketahuan licik & kotornya mana ada malunya malah jumawa.