UDAH MULAI MASIF PENOLAKAN TERHADAP WILLIE SALIM DARI SESAMA CHINDO. LAGIAN BISA BISANYA JADI PENYEPONG REZIM🤣

Kritik dan penolakan keras sedang masif diarahkan kepada Willie Salim setelah ia bersama Raffi Ahmad menghadiri acara “Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026” yang digelar oleh Polda Metro Jaya di Bundaran HI pada Kamis, 29 Oktober 2026. Acara ini dinilai sebagai acara tandingan dari aksi mahasiswa sehari sebelumnya 28 Oktober 2029 yang dihadang dan dihalang-halangi aparat.

Gelombang reaksi negatif ini datang secara luas dari netizen lintas komunitas—termasuk di dalamnya sesama keturunan Tionghoa-Indonesia (Chindo) dan komunitas gaming. Salah satu tokoh publik yang bersuara lantang secara terbuka adalah Windah Basudara, yang bahkan menyebut Willie sebagai public enemy komunitas gaming dan mengajak netizen untuk merespons keras konten-kontennya.

Ada beberapa alasan utama mengapa kehadiran Willie Salim di acara tersebut memicu kemarahan publik yang begitu besar:

  • Isu “Mahasiswa Bayaran”: Acara deklarasi tersebut mendadak diterpa skandal setelah terungkap bahwa sejumlah peserta yang mengenakan jaket almamater kampus ternyata bukan mahasiswa asli, melainkan massa bayaran. Salah satu oknum yang viral bahkan telah mengunggah video permintaan maaf dan mengaku dibayar untuk hadir memakai almamater.
  • Dianggap Kontra-Narasi Rakyat: Publik merasa kecewa karena acara “tandingan” bernuansa seremonial ini diadakan tepat sehari setelah gerakan demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan keresahan rakyat di lokasi yang sama dilarang oleh pihak kepolisian. Willie, yang memiliki basis pengikut sangat besar, dinilai lebih memilih menjadi alat propaganda atau influencer rezim ketimbang berempati pada kritik publik.
  • Gerakan Cancel Culture: Di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, banyak netizen menyerukan aksi boikot, unfollow massal, hingga melabelinya tidak memiliki empati demi tuntutan kontrak.

Klarifikasi dari Willie Salim

Menghadapi tekanan yang begitu besar dan puluhan ribu komentar negatif, Willie Salim langsung menutup kolom komentar media sosialnya dan merilis video klarifikasi terbuka pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Dalam klarifikasinya, Willie menyatakan:

  1. Murni Undangan: Ia menegaskan hadir hanya karena mendapatkan undangan resmi untuk memberikan dukungan moral dan tidak menerima bayaran atau imbalan uang dalam bentuk apa pun.
  2. Tidak Terlibat Teknis: Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui atau terlibat dalam urusan pengerahan massa maupun manipulasi almamater mahasiswa palsu yang terjadi di lapangan.
  3. Permintaan Maaf: Willie meminta maaf kepada publik atas kelalaiannya yang kurang teliti dalam menyaring serta memahami konteks politik dari acara yang ia hadiri tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar