BERTARUH NYAWA UNTUK MENGELOLA TOKO KELONTONG

Oleh: Joko Intarto

Sungguh sulit mencari kerja di zaman ini. Sampai-sampai, untuk menjadi manajer toko kelontong harus lulus latihan dasar militer (latsarmil) pun dilakoni.

Puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kini sedang menjalani pendidikan tersebut. Namun, lima di antaranya bernasib tragis. Mereka meninggal dunia ketika masih mengikuti rangkaian latsarmil.

Di Indonesia, sebenarnya sudah banyak jaringan ritel modern yang sukses mengelola ribuan toko. Sebut saja Alfamart dan Indomaret. Belakangan muncul pemain baru, O! Save, yang juga agresif memperluas jaringan.

Yang tradisional pun tak kalah hebat. Ada Toko Madura yang berkembang secara organik dan kini menjamur di berbagai kota. Konon, jam bukanya sampai 36 jam sehari.

Di tengah banyaknya model bisnis ritel itu, pendidikan calon manajer KDMP menjadi sesuatu yang unik. Barangkali satu-satunya di dunia, calon manajer toko kelontong harus lebih dulu mengikuti latihan dasar militer.

Dari foto-foto yang beredar, para peserta tampak menjalani berbagai kegiatan khas pendidikan militer, mulai dari baris-berbaris, latihan fisik, senam, menyanyikan yel-yel, hingga latihan menembak.

Sejumlah dokumentasi juga memperlihatkan adanya latihan lapangan dengan teknik kamuflase.

Pemerintah menjelaskan bahwa tujuan latsarmil adalah membentuk disiplin, ketahanan mental, jiwa kepemimpinan, serta menanamkan rasa nasionalisme kepada para calon manajer KDMP.

Pemerintah juga menegaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya latihan dasar militer. Para peserta tetap mendapatkan pembekalan mengenai manajemen koperasi, pengelolaan usaha, kewirausahaan, serta berbagai keterampilan yang berkaitan dengan operasional toko.

Pertanyaannya, apakah pendidikan bergaya militer memang merupakan bekal yang paling relevan bagi seseorang yang kelak akan mengelola toko kelontong?

Pertanyaan itu menjadi semakin penting untuk dijawab setelah lima peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Entah siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Belum ada kejelasan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Penjahatnya banyak2 an kotupsi ga ada yg mampus pdahl kinerjanya ga becus nirmanfaat ni orang pngin mrnghidupi dirinya bukan numpuk harta ko sampe segitunya pantesan af x aris ga mau suka jd njilat tai mencret cuma modal tidak jijik aja

    1. @?.. masih ngemeng takdir tuhan aj nih si abang..
      ☝🏻👇
      5 khidupan bang.. waktu brdekatan.. dlm platihan.. bukan peperangan..
      ☝🏻👇
      masi takdir tuhan bang..!? dah ga takut tuhan kh bang..!?
      🫵🔥