Terus terang, sedih saja tidak cukup bagi saya ketika membaca berita ini. Saya kecewa dan marah

Terus terang, sedih saja tidak cukup bagi saya ketika membaca berita ini. Saya kecewa dan marah.

Apakah untuk menjadi manajer koperasi perlu Latsarmil atau latihan dasar militer? Jawabnya jelas tidak.

Untuk apa? Apa relevansinya?

Sama sekali tidak ada. Lagipula memaksa orang sipil punya keterampilan militer itu bertentangan dengan konsep militer negara modern. Orang sipil bekerja, menciptakan kemakmuran, supaya bisa membayar militer yang akan melindungi kepentingan publiknya dalam negara.

Orang sipil itu membuat kemakmuran sebesar-besarnya supaya mereka bisa bayar pajak. Jika pajak terkumpul banyak, negara makmur. Jika negara makmur maka ia bisa melindungi kedaulatan warganya. Negara bisa membeli alutsista yang memadai, bisa melatih militer dan menjamin kesejahteraannya.

Pengertian inilah yang disalahgunakan lewat konsep militerisasi di segala bidang yang sedang berlangsung saat ini.

Kematian empat SPPI yang dipaksa menjalani Latsarmil ini salah satu contoh betapa negara ini sudah menyimpang dari relnya.

Ini benar-benar luar biasa. Empat nyawa rakyat biasa, yang hanya mau cari kerja, untuk bisa bikin kemakmuran (dan nanti juga bayar pajak!) hilang begitu saja.

Siapa yang punya ide keblinger ini? Orang-orang PT Agrinas Pangan? Apakah Joao Mota ikut Latsarmil untuk jadi Dirutnya? Tidakkah orang-orang di Agrinas Pangan ini harus mundur karena meninggalnya empat orang yang seharusnya mereka latih keterampilan manajemen dan bukan militer ini?

Ini pemerintahan yang sangat tidak kompeten. Ia tidak becus menangani bencana. Itu sudah tampak sejak tahun lalu.

Program MBG-nya meracuni puluhan ribu anak sekolah. Sebelum akhirnya pemerintah sadar bahwa pelaksanaan program ini sangat korup!

Dan sekarang, bahkan sebelum beroperasi pun, koperasi desa sudah makan korban.

Apa yang beres dari rejim ini?

(Made Supriatma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. kalo kata AF latsarmil itu sangat urgent dan perlu, pake banget krn ancaman kom kom dah muncul di laut natuna. tapi di tempat lain, menkeu pilihan junjungannya AF justru mau nerbitin kom kom bond

      1. situ lari dari pokok pembahasan. situ benci kom kom kan, kok kebijakan pemerintah nerbitin kom kom bond g dikritik? semunafik itukah tkg cebok presiden?

          1. saya sih cuma mau nunjukin kemunafikan pencebok rejim. kapan hari ada komen latsarmil penting utk menangkal ancaman kom kom yg udah nyampe laut natuna, tapi justru rejim malah mau nerbitin kom kom bond dan penceboknya ga ada tuh mengkritik

  2. klo nanya apa yg beres dari rejim ini jawabannya variatif & debatable. tp klo nanya apakah presidennya jago ngatain orang, jawabanya udah pasti