Bahkan Nyeterika dan Merapikan tempat tidur, Harus militer yang ajarin

✍️Made Supriatma

Bahkan sampai menyeterika dan merapikan tempat tidur, orang-orang sipil ini merasa dirinya tidak mampu! Kalau ketrampilan dasar, ketrampilan tukang yang remeh begini saja tidak bisa, maka wajar negara ini harus diurus oleh militer?

Namun, sayangnya, ini bukan persoalan wajar atau tidak. Dalam hal menyeterika atau merapikan tempat tidur pun, sebenarnya tidak layak ada perbandingan sipil dan militer ini. Anggota militer belum tentu menyetrika atau merapikan tempat tidur lebih rapi dan lebih baik dari kebanyakan orang non-militer!

Ini juga bukan pertanda orang sipil tidak mampu. Sekali lagi, soal kemampuan itu tidak relevan disini.

Namun, ini adalah soal keinginan politisi-politisi sipil untuk tunduk dan ndlosor ke militer hingga tingkat terendah dengan harapan mereka bisa mendapatkan dukungan ‘faksi bersenjata’ ini menghadapi lawan-lawannya yang juga sipil.

Itulah yang terjadi. Mental ndlosor dan menghamba dengan tujuan berkuasa. Disitulah letak persoalan utamanya.

Sehingga, ketika melihat mental sipil yang bersedia menjilat tandas sampai ke bulu-bulunya ini maka berhentilah berteriak “supremasi sipil”! Tidak ada gunanya.

Sampai segitu rendahnya harga diri dan moral para politisi sipil ini! Padahal Kementerian ini dipimpin oleh (Gus Ipul -red), pertama, orang yang sangat kuat pengaruhnya di sebuah organisasi agama. Kedua, dia didampingi deputi (Wakil Mensos, Agus Jabo Priyono, eks pendiri PRD -red) yang sangat Kiri, yang katanya mau melakukan “revolusi dari istana.”

Saya geleng-geleng kepala. Ini konsepnya bagaimana?

Kalau kau tidak bisa mengajari anak-anakmu menyeterika dan merapikan tempat tidurnya sendiri, ketrampilan yang harus sudah dia kuasai sejak kelas 3 SD, maka berhentilah berilusi membuat revolusi! Berhentilah bermimpi membuat negara maju, negara super power, negara industri yang inovatif!

Trembelane!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. selain politisi sipil, pengamat sipil & komentator sipil pun sama aja, jika capres sipil maka cawapres dari militer. mind set seperti merusak tatanan profesionalisme. yang militer ditarik keranah sipil, yang sipil dididik militerisme. MUDAH²AN GA TERJADI, yang perempuan didandani laki², yang laki² didandani perempuan 🤣🤪🤓

  2. parah…….
    jadi parah………
    tambah parah……..
    semakin parah………..

    jadi pengen berak 🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️