Update TRUMP VS IRAN

Presiden AS Donald Trump secara resmi menolak perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Iran setelah masa berlaku kesepakatan tersebut berakhir. Bersamaan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz melalui strategi blokade laut yang ketat.

📌 Poin Utama dalam Eskalasi Krisis

  • Berakhirnya Kesepakatan (MoU): Perjanjian darurat berdurasi 60 hari yang ditandatangani pada Juni 2026 runtuh setelah kedua belah pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran gencatan senjata. Trump menegaskan ia tidak tertarik memperpanjang kesepakatan tersebut dan mendesak Iran untuk segera “mengibarkan bendera putih tanda menyerah”.
  • Klaim Kendali Selat Hormuz: AS menyatakan jalur logistik minyak global tersebut sepenuhnya berada di bawah pengawasan armada tempur mereka. Trump bahkan melontarkan gagasan kontroversial untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah teritorial Amerika Serikat setelah konflik berakhir.
  • Ancaman terhadap Oman: Ditengah mandeknya negosiasi AS-Iran, Trump juga memperingatkan Oman—yang merupakan sekutu AS namun sedang berdiskusi dengan Iran mengenai rute maritim—agar tidak ikut campur, bahkan mengancam akan menjatuhkan serangan militer jika Oman menghalangi pergerakan AS.

🇮🇷 Respons dari Sisi Iran

Pemerintah Iran, melalui Kementerian Luar Negeri dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), langsung merespons klaim sepihak tersebut.

  • Menganggap Batas Waktu MoU Tidak Berlaku: Juru bicara Kemenlu Iran menyatakan bahwa pelanggaran berat yang terus dilakukan oleh militer AS membuat batas waktu MoU sepenuhnya tidak lagi relevan.
  • Peralihan ke Strategi “Sangat Ofensif”: Iran menegaskan pasukannya berada dalam status siap tempur dan akan beralih ke doktrin militer yang sepenuhnya ofensif. Mereka bersikeras bahwa tidak ada satu pun kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari Teheran.

Akibat kebuntuan diplomasi dan penutupan jalur Selat Hormuz ini, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak, yang langsung memicu lonjakan harga minyak mentah Brent di pasar global yang saat ini menembus $91 per barel. https://oilprice.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar