Pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Sabtu (15/8/2026), memperingati lima tahun pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan dengan menyebut 15 Agustus sebagai Hari Kemenangan. Dalam pernyataan resmi, IIA mengatakan jatuhnya Kabul pada 2021 merupakan pembebasan Afghanistan dari “pendudukan Amerika” dan menegaskan komitmennya mempertahankan pemerintahan berbasis syariah serta menjaga wilayah negara dari campur tangan asing.
Dalam pidatonya, Menteri Dalam Negeri Afghanistan Sirajuddin Haqqani yang merupakan salah satu pemimpin tertinggi Taliban dan kepala Jaringan Haqqani, kelompok paramiliter semi-otonom yang sangat berpengaruh di wilayah tersebut, menyebut kebahagiaan Afghanistan tidak akan sempurna sebelum kebahagiaan Palestina menjadi utuh.
Para mujahidin yang gagah berani, para pemimpin yang mulia, dan tokoh-tokoh terhormat Afghanistan masih memandang kemenangan mereka sebagai sesuatu yang parsial dan pembebasan mereka sebagai sesuatu yang belum tuntas, hingga mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri kemenangan Gaza dan pembebasan Yerusalem.
Di sini berbicara Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani—atau “Khalifa Sahib” sebagaimana rekan-rekannya memanggilnya—seorang komandan mujahid, putra dari seorang komandan mujahid, dan keturunan dari keluarga pejuang jihad yang jasa-jasanya diakui baik oleh kawan maupun lawan.
Ia berbicara kepada hadirin dalam peringatan pembebasan Afghanistan dari noda penjajahan Amerika, seraya mengingatkan rakyat Afghanistan—dan umat Islam secara luas—bahwa kebahagiaan Afghanistan belumlah sempurna. Kebahagiaan itu tidak akan utuh sampai pertolongan dan kemenangan turun kepada penduduk Gaza, sampai Yerusalem dibebaskan, dan sampai Allah menganugerahkan kekuatan serta kedaulatan kepada rakyat Palestina—hanya saat itulah kebahagiaan Afghanistan akan menjadi sempurna.
Segala puji bagi Allah atas Afghanistan, atas para prianya, dan atas rakyat mujahidnya yang teguh pendirian, sabar, dan tangguh. Saya memohon kepada Allah agar menyatukan kami dengan mereka di tanah Palestina sebagai para pembebas dan penakluk, seraya mengagungkan kebesaran-Nya dan memuji nama-Nya.
“Dan pada hari itu orang-orang yang beriman akan bergembira karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”
Dr. Hudhaifa Abdullah Azzam
*Dr. Huthaifa (atau Hudhaifa) Abdullah Azzam adalah akademisi dan tokoh asal Palestina-Yordania yang dikenal sebagai putra kandung dari Sheikh Abdullah Azzam. Sheikh Dr. Abdullah Yusuf Azzam (1941–1989), atau yang dikenal juga sebagai Syekh Azzam, adalah seorang teolog, ulama, dan tokoh pergerakan Islam asal Palestina yang sering dijuluki sebagai “Bapak Jihad Global”. Ia merupakan figur sentral dalam memobilisasi sukarelawan Muslim dari seluruh dunia untuk membantu pejuang Mujahidin melawan invasi Uni Soviet di Afghanistan pada tahun 1980-an.






