Hati-hati cari jodoh

By Tere Liye

Saya akan terus terang saja posting tulisan ini. Mau ada yg baper, tersinggung, silahkan saja.

Bahwa: saya termangu baca tulisan teman di Kompas. Di sana ditulis di Indonesia itu dana pensiun yg ada hanyalah 4-6% dari GDP. Keciiil sekali. Sementara Malaysia 60% dari GDP mereka.

Apa artinya? Simpel: hanya soal waktu, orang tua di negeri ini akan merepotkan anak2nya. Yes! Dan itu bahkan sudah terjadi 20 tahun terakhir. Kok bisa? Bisalah. Karena pensiun nggak dipikirin blas.

Seriusan deh, kalian betulan berharap saat tua, anak2 kalian, mantu2 kalian, cucu2 kalian ngasih jatah bulanan ke kalian? Menghidupi kalian? Duuh, Rabbi.

Pun kalian yg hari ini masih muda2, sy bertanya lebih serius lagi: 30-40 tahun saat kalian tua, usia 60-an, kalian juga berharap anak2 kalian, mantu2 kalian, cucu2 kalian ngasih jatah bulanan ke kalian? BAH!

Ayo mikirlah dari sekarang.

Kalian mau tahu salah-satu orang paling nggak guna blas di dunia? Yang saat MUDA dia merepotkan habis2an orang tua. Saat TUA dia merepotkan habis2an anak2nya, mantu2nya, cucu2nya.

Tentu, sangat boleh dan sangat bagus anak2 kalian membantu orang tuanya. Bagus banget. Dalam kondisi tertentu, malah WAJIB hukumnya. Harus.

Tapi ayolah, wahai orang tua, pastikan kita mikir sejak lama soal pensiun ini. Bukan malah merepotkan, menuntut, wajib, harus ngasih bulanan, dll. Kasihan anak2 kalian itu. Beban hidupnya saja sudah berat, ditambah pula nanggung kalian. Jangan sampai keluarga kecil baru mereka hancur lebur gara2 kalian yg berharap bulanan.

Buat yang keluarganya sudah terlanjur begini, kalian yg muda2 menanggung orang tua, bahkan mertua, maka bersabarlah. Semoga Tuhan membantu kalian. Tapi pastikan, putus situasi ini digenerasi kalian saja. Artinya apa? Kalian MIKIR! Capek kan harus bayarin mertua? Capek bertengkar soal ini di keluarga kalian? Maka, siapkan pensiun kalian jauh2 hari dgn baik. Mumpung belum kejadian. Biar tdk membebani anak cucu.

Nah, buat orang2 tua, yg sekarang masih hobi sekali membebani anak, mantu, cucu, senang betul dikasih bulanan, padahal kamu sehat walafiat, cuma sibuk main HP, wah wah wah, mbuhlah pola pikirmu itu.

*Tere Liye 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *