Pak Tua,
Mau tahu bedanya kalian dengan buruh-buruh, petani, orang-orang di bawah sana saat bangun rumah?
Mereka, tetap bisa bangun rumah meskipun harus nyicil, nabung, bikin satu kamar demi satu kamar. Jadi rumahnya deh. Mereka mencari duit sendiri buat biaya bangun rumahnya.
Kalian? Sorry ye. Kalian bisa bangun jembatan, tol-tol, bendungan, dll itu karena duitnya ada. Kurang? Tinggal utang meroket. Apa hebatnya?
IKN yang kalian banggakan itu dibangun karena dulu duitnya ngocor deras. Utang negara naik 3x lipat lebih. Sekali duitnya nggak ada, duuuh, mati kutu deh. Bahkan untuk perawatan pun susah payah.
Tahun 2026 ini saja anggaran kalian suram banget. Turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi tahun 2027, tambah suram. Bos kalian lebih memilih MBG dan Kopdes.
Berharap investor asing? Wuahahahaha. Duh bikin ketawa.
Sudahlah Pak Tua, pensiun. Di dalam hati nurani terdalam, kamu juga tahu, IKN itu cuma ambisi seseorang. Tidak ada study yang memadai. Hajar saja sejak awal. Lihatlah, rumah-rumah menteri yg dibangun megah dengan dana ratusan miliar, ada penghuninya? Gedung-gedung megah, kantor-kantor hebat, jalanan-jalanan, bandara-bandara, ada yang makai? Ada sih, tapi cuma seupil, elu-elu saja.
Coba tanyakanlah ke anak-anaknya Jokowi, keluarga-keluarga pejabat, mereka mau tidak tinggal di IKN? Duuh, mereka ogah, dan kalian hanya bisa maksa PNS, ASN yang memang tidak punya pilihan lain sih. Coba kalau mereka ada pilihan kerja di Jawa, dengan gaji dan jaminan setara, mereka ogah ke sana.
Ratusan triliun duit rakyat habis, hanya untuk gaya-gaya-an.
(Tere Liye)







ayok zer, jilat yg bersih depan-blkg sebiji-bijinya
pada mampus bang