Koruptor Dimuliakan

Saya tidak akan lelah menulis beginian. Tidak apa, lagi, lagi, lagi, semoga 1 saja paham, ada perubahan dikit.

Indonesia itu stuck dalam pemberantasan korupsi loh. Banget.

Saya kadang termangu saat fans Prabowo ngoceh: lihat tuh, Prabowo berani memberantas korupsi, bla bla bla.

Duuh, itu menurut perasaanmu saja.

Bagaimana melihat situasi korupsi di Indonesia? Simpel. Salah-satunya lihat skor indeks persepsi korupsi. Inilah rapor yang powerful.

Berapa skor kita? 34. Jueleknya minta ampun.

Dibanding Timor Leste saja kita kalah.

Padahal, kita itu pernah tinggi loh 2019, menyentuh 40. Kenapa turun?

Karena Jokowi memimpin proses pelemahan KPK secara massif. Bukan main deh, buat kalian yang mengikuti historynya, 70-an pegawai terbaik KPK disingkirkan. KPK dilucuti ujung ke ujung, lantas diisi dengan pimpinan yang hingga hari ini jadi tersangka tapi tidak pernah diperiksa.

Era Prabowo, skor dari 37 turun ke 34. Dan entahlah, apakah tahun ini akan turun lagi, stuck atau ada perubahan.

Saya benar-benar khawatir, korupsi di Indonesia itu diselesaikan baik-baik di belakang.

Di depan sih ngoceh tentang pemberantasan.

Coba lihat, remisi koruptor habis-habisan diobral.

Mantan napi korupsi bisa jadi komisaris BUMN. Siapa yang nunjuk? Prabowo tahu tidak? Atau dia sendiri yang nunjuk?

17 Agustus, inilah salah-satu prestasi besar Indonesia. Koruptor dimuliakan. HARI INI, ribuan koruptor dikasih remisi. Ada yang dapat diskon berbulan-bulan deh. Obral besar.

Dan kocaknya, ada loh netizen yang malah nuduh Singapura sebagai surganya koruptor, uang haram, money laundering, bla bla. Duuh Rabbi, anak paling bego di kelas, dengan ponten 34, menuduh anak paling pinter ponten 84, “Dia nyontek Bu! Dia nyontek!”

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. jawaban buat buzzer tai anjing tukang cebok yg sering berkoar pemberantasan korupsi di era bowo. btw Sylvester Matutina gmn, masih menjabat komisaris BUMN ga?