Dirgayahu RI, Pendidikan Tinggi Berkualitas Tinggal Mimpi

81 tahun Indonesia, ini juga isu yang semakin mengenaskan. Kejam sekali.

Pemerintah bangga dengan KIP, kartu ini, kartu itu. Pemda-Pemnda menjual halu kuliah gratis, bla bla bla. Tapi adalah fakta, biaya kuliah di negeri ini sangat tinggi. Menghabiskan 20% pendapatan per kapita. Bandingkan negara-negara maju yang bahkan ada nyaris 0%, hanya bayar biaya pendaftaran.

Anak kalian mau kuliah di UI, ITB, UGM, UB, UNAIR dan kampus-kampus top lainnya? Siapkan uang puluhan juta. Mau dapat UKT nol atau murah? Duuh, hanya 15% saja yang dapat jatah ini. Sisanya, dihajar UKT mahal, bisa 5-20 juta per semester. Belum lagi biaya sumbangan awal, pembangunan dll.

20 tahun terakhir, kampus-kampus negeri dibiarkan habis-habisan mandiri. Bantuan pemerintah dikurangi, jadilah begitu, SPP/UKT meroket. Semua cara dipakai buat nutup operasional.

Oh, saya tahu, bupati, gubernur di sana koar-koar ngasih bantuan kuliah gratis? Kamu sih terlalu mudah percaya gombalan. Itu tuh selalu hanya sebagian kecil saja yang dapat, dengan dana terbatas pula. Buat gaji ASN PPPK saja mereka ngos-ngosan, duitnya habis buat MBG, dkk.

Tahun 2045, saat 100 tahun Indonesia merdeka, entah berapa biaya kuliah ini. Jangan-jangan hanya orang desil 15 ke atas saja yang bisa menguliahkan anaknya di fakultas kedokteran, teknik, kampus-kampus PTN. Sisanya terpaksa minggir ke kampus-kampus murah, serba ada. Pemerintah terpaksa menciptakan desil baru deh.

Hari ini saja, jika anakmu 2 atau 3. Dan mereka sama-sama kuliah di PTN, bahkan orang tuanya bergaji 20-30 juta per bulan, tetap ngos-ngos-an, apalagi yang hanya 2-3 juta UMP-nya. Dan kita tuh bicara ttg jutaan anak-anak Indonesia. Bukan cuma 10-20% yang dapat PIP, dkk.

Ironisnya, sudahlah mahal-mahal kuliah, setelah kerja dapat gaji UMP saja.

Pikirkanlah.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Indonesia 20%, artinya orang indon banyak yg kuliah. dan skrg banyak PT yg sudah meluluskan mahasiswa nya. kemenangan pak prabowo 58% banyak sarjana yg cerdas. paham gak drun… 🤣

    1. kamu ini goblok ga bisa baca data. maksudnya itu biaya kuliah menghabiskan 20% dari pendapatan per kapita, bukan 20% dari total populasi bisa kuliah. jgn goblok-goblok bgt lah jadi org