Tulisan Denny Siregar ini mengingatkan kembali saat Mulyono dulu juga berjanji seperti ini.
Freeport dikuasai Indonesia.
Blok Mahakam kembali ke Pertamina.
SDA akan dikelola sendiri.
Mineral dan komoditas strategis akan diatur negara.
Indonesia akan menjadi negara besar, mandiri, berdaulat secara ekonomi.
Dulu kita disuguhi cerita tentang “51% Freeport milik Indonesia” seolah-olah setelah itu rakyat Indonesia otomatis hidup lebih sejahtera.
Blok Mahakam juga dikembalikan ke Pertamina dan dipresentasikan sebagai simbol kedaulatan energi.
Sekarang membualnya naik level !
Negara mau membuat bursa mineral dan komoditas strategis agar harga SDA bisa diatur dari dalam negeri.
Kedengarannya luar biasa.
Tapi pertanyaannya sederhana, setelah semua “kedaulatan” itu, rakyat dapat apa ?
Harga kebutuhan tetap naik.
Rakyat dijerat Pajak dan pungutan liar tapi di “legal”kan.
Lapangan pekerjaan sulit.
Gelombang besar PHK.
Daya beli masyarakat turun.
Jadi sekarang rakyat mulai alergi mendengar kata “demi rakyat”.
Karena selama bertahun-tahun rakyat sudah terlalu sering disuguhi presentasi tentang masa depan.
Yang dibicarakan selalu 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan.
Tapi sementara rakyat hidupnya hari ini.
Tagihan hari ini.
Cicilan hari ini.
Harga kebutuhan hari ini.
Cari kerja hari ini.
Kalau memang SDA kita sudah semakin berdaulat, kalau negara semakin menguasai sumber daya strategis, kalau Indonesia semakin mandiri tapi kenapa rakyat justru semakin sering diminta berkorban ?
Dari Mulyono sampai pemerintahan sekarang, rakyat terus diminta percaya pada janji besar berikutnya.
Dulu : tunggu hasil hilirisasi.
Lalu : tunggu manfaat penguasaan SDA.
Sekarang : tunggu sistem baru, bursa baru, kebijakan baru.
Dan rakyat ?
Tetap disuruh menunggu sampai akhirnya beberapa pulau di RI minta MERDEKA !
Mungkin inilah hebatnya politik kita.
Kalau hasilnya belum terasa, solusinya bukan evaluasi tapi cukup bikin janji yang lebih besar.
Karena ternyata di Indonesia, masa depan selalu terdengar sangat indah..
sampai rakyat sadar bahwa mereka sudah menunggu terlalu lama.. ☕️







ga banyak sih tukang obat yang ambisi jadi pemimpin, kok tukang obat bisa berhasil jadi pemimpin karena pembeli/pemilihnya guoblok.
Denny Siregar…gimana yg ngasih tulang kedia
sekarang af dran-drun cs ikut2an 🤣🤣🤣
ya apa bedanya sama omon2 si Anis pas kampanye?
lu gak bisa bedain? wajar karena lu TOLOL!
🤣🤣👍👍
harusnya orang sept densi bertanggung jawab juga karena membuat goblok rakyat yg telah bodoh.