Loyalis Jokowi, Andi Azwan, sudah mengakui di acara talkshow ROSI KompasTV, kemarin, bahwa Wapres Gibran memang tak punya ijazah SMA atau sederajat seperti yang dipahami orang kebanyakan di Indonesia.
Ia berdalih, Gibran setelah tamat SMP, ber-SMA di Singapura dan Australia. Dan itu tak tanggung-tanggung, sampai lima tahun lamanya.
Jadi, sudah pasti, pemenang sayembara 100 juta dari Denny Indrayana, barangsiapa saja yang bisa menunjukkan ijazah SMA Wapres Gibran, atau sederajat, tidak akan ada. Sebab, ijazah SMA atau sederajat Wapres Gibran itu sendiri yang tidak ada. Bahkan, hadiahnya dinaikkan sampai 1 triliun pun, tidak akan ada pemenangnya. Begitulah kira-kira.
Agaknya buku yang ditulis Rismon, “Gibran End Game: Wapres tak Lulus SMA”, begitulah faktanya. Kendatipun sudah dicabut oleh Rismon dan akan dibuat buku bantahannya sendiri. Tapi, sampai sekarang, buku bantahan itu belum juga muncul. Kurang lebih, logika Andi Azwan di atas dipakai Rismon dalam bukunya itu. Bahwa Wapres Gibran memang tak punya ijazah SMA seperti dipahami orang Indonesia kebanyakan. Lain dari yang lain.
Intinya, Andi Azwan ingin mengatakan kepada Denny Indrayana terkait sayembaranya itu tak akan ada pemenang. Sebab, ijazah SMA Wapres Gibran memang tidak ada seperti yang dipahami Denny Indrayana. Tapi, yang jelas, Kemdikdasmen saat itu, termasuk KPU Solo dan Pusat, sudah meng-ACC bahwa Wapres Gibran memenuhi syarat sebagai Cawapres saat itu. Seperti juga putusan MK Nomor/90 itu. Hukum tidak berlaku surut. Hehehe…
(By ERIZAL)







Enak jadi anak Jokowie, nggak punya Ijazah SMA bisa jadi Wapres RI.🤭😄🤭
sama kyk kesot kejawen : SD aja gak lulus 😂😂😂
ngaku S2 🤣🤣
ya biasalah orang cari panggung emang gitu, dia udah tau kalo sayembaranya GK bakal ada yg bisa menangin itu makanya dia bikin sayembara gimick dan dgn tantangan yg GK nyambung.