Apakah Mazhab Akidah dan Mazhab Fikih Hamas? Mengapa Mereka Tidak Disukai Salafi Wahabi?

Apakah Mazhab Akidah dan Mazhab Fikih Hamas? Mengapa Mereka Tidak Disukai Salafi Wahabi?

Pertanyaan ini menarik sekali, mari kita bedah pelan-pelan.

Mazhab Akidah & Mazhab Fikih Hamas

🔹 Akidah Hamas

Hamas lahir dari akar Ikhwanul Muslimin (Palestina, 1987).

Ikhwanul Muslimin sendiri mengikuti tradisi Ahlus Sunnah wal Jama‘ah (Asy‘ariyah–Maturidiyah) dalam akidah.

Jadi, akidah Hamas cenderung Asy‘ariyah, bukan Salafi/Wahabi.

🔹 Fikih Hamas

Mayoritas anggota Hamas berasal dari masyarakat Gaza & Palestina yang bermazhab Syafi‘i (karena tradisi Syafi‘iyah kuat di Mesir, Palestina, Syam).

Jadi, fikih Hamas adalah fikih Syafi‘i, dengan sedikit pengaruh Hanbali dari kalangan tertentu.

🔹 Tasawuf Hamas

Tradisi Palestina dan Syam kuat dengan tarekat sufi (Naqsyabandiyah, Qadiriyah).

Banyak tokoh Hamas tidak anti-tasawuf, berbeda dengan Salafi.

⚔️ Mengapa Hamas Tidak Disukai Salafi Wahabi?

Ada beberapa alasan besar:

1. Perbedaan Manhaj Akidah

Hamas = Asy‘ariyah-Syafi‘iyah → menekankan tafwidh/ta’wil bila ada ayat sifat.

Salafi Wahabi = mujassimah/tekstual → Allah dianggap “di atas Arsy secara fisik”.
→ Jadi, Hamas dianggap “ahli bid‘ah” oleh Wahabi.

2. Amalan Ibadah

Hamas terbuka pada amalan tradisional Syafi‘iyah: maulid Nabi, tahlil, doa bersama.

Salafi Wahabi menolak semua itu sebagai bid‘ah.

3. Sikap Politik

Hamas fokus melawan Israel (jihad fi sabilillah).

Salafi Wahabi (Arab Saudi, UEA) sering justru bersekutu secara politik dengan Barat/Israel demi stabilitas kekuasaan.

Maka Hamas dipandang “berbahaya” bagi stabilitas penguasa pro-Wahabi.

4. Ikhwan vs Wahabi

Hamas awalnya adalah cabang resmi Ikhwanul Muslimin.

Wahabi-Saudi sejak lama berkonflik ideologis dengan Ikhwanul Muslimin, karena IM ingin Islam politik yang dinamis, sementara Wahabi ingin Islam yang taat penguasa/raja.

📌 Kesimpulan

Mazhab akidah Hamas: Asy‘ariyah (Ahlus Sunnah wal Jama‘ah).

Mazhab fikih Hamas: mayoritas Syafi‘iyah.

Tasawuf Hamas: tidak menolak, bahkan ada pengaruh tarekat.

Mereka tidak disukai Salafi Wahabi karena berbeda manhaj akidah, berbeda amalan, dan berbeda orientasi politik (jihad vs status quo).

(Nurul Mufti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. Menurut pemahaman sy, ciri faham wahabi itu punya faham semua bid’ah adalah sesat dan msk neraka,
    Dan mrk tdk ikut mazhab krn 4 mazhab tdk ada kesimpulan hukum bid’ah, yg ada hanya hukum haram, sunnah, makruh, halal dan wajib jd tdk ada hukum bid’ah,
    krn hadis setiap bid’ah itu sesat hrs dijelaskan dg hadis lain yg menyatakan bahwa barangsiapa membuat sunnah atau perbuatan baik yg baik yaitu bid’ah hasanah, maka baginya pahala dan pahala bagi yg mengikuti dan begitu juga sebaliknya, jd bid’ah tdk semua sesat tp ada yg baik dan ada bid’ah yg buruk yaitu yg melanggar quran hadis

  2. pihak yang gak suka perjuangan HAMAS, tak paham geopolitik….hanya taqlid buta pada pimpinan mereka yang tidak memahami konsep perjuangan membela diri dan membela negara.

  3. dulu ada temen kantor orang salafi, sering dan maksa2 untuk gabung ke salafi dan klaim mereka hamas itu syiah, itu yg justru dihembuskan dikalangan santri/para pengikut salafi di indonesia…setelah saya jelaskan hamas bukan syiah…terus gak pernah debat lagi