Mantan anggota Kongres AS menuding para pejabat Amerika sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran

☢️ 🇺🇸Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, pada hari Minggu (16/8/2026) menuding bahwa para pejabat Amerika sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi. Ia menyebut pembicaraan tersebut sebagai tindakan yang “sangat jahat” dan mendesak masyarakat untuk menuntut penghentian segera perang tersebut.

Dalam sebuah unggahan panjang di platform X, Greene menulis:

“Mereka sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi. Ya, Anda tidak salah baca. Ini nyata. Saya tidak sedang berspekulasi; saya tahu pasti. Dan ini adalah tindakan yang sangat keji.”

Mantan pendukung Trump ini menegaskan rencana penggunaan nuklir ini harus dicegah.

“Masyarakat harus angkat bicara dan dengan tegas menghentikan kegilaan ini,” tandasnya.

Greene yang memutuskan mundur dari jabatannya di DPR AS pada Januari 2026 pasca-berselisih dengan Trump ini mengingatkan publik tragedi pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945—yang menewaskan lebih dari 200.000 orang hingga akhir tahun itu dan menimbulkan dampak radiasi jangka panjang—seraya menegaskan bahwa umat manusia telah berikrar untuk tidak membiarkan hal serupa terjadi lagi (“never again”).

Greene, yang dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintahan Trump terhadap Iran, menuduh Israel terus memprovokasi AS terkait nuklir Iran.

BERIKUT SELENGKAPNYA POSTINGAN Marjorie Taylor Greene di media sosial X:

Mereka sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi.

Ya, Anda tidak salah baca. Ini nyata. Saya tidak sedang berspekulasi; saya tahu pasti.

Dan ini adalah tindakan yang sangat keji.

Terakhir kali senjata nuklir digunakan adalah pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 di dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki; serangan itu seketika menewaskan 110.000 orang, melenyapkan mereka yang berada di titik nol ledakan, dan total korban tewas mencapai 214.000 jiwa hingga akhir tahun akibat luka bakar parah dan trauma.

Namun, penderitaan luar biasa terus dialami rakyat Jepang akibat penyakit radiasi, lonjakan tingkat kanker, dan cacat lahir yang diwariskan lintas generasi.

Belum lagi hancurnya seluruh sendi perekonomian mereka.

Penderitaan itu begitu hebat hingga seluruh umat manusia berikrar, “jangan pernah terjadi lagi.”

Trump dan pemerintahannya diberitahu oleh badan intelijen kita sendiri bahwa Iran masih jauh dari kemampuan menciptakan senjata nuklir, namun Israel melontarkan pernyataan yang sama seperti yang telah mereka ulang-ulang selama beberapa dekade: “Iran hanya tinggal beberapa minggu lagi [untuk memilikinya].”

Jadi, kita tetap melakukan pengeboman, menewaskan para pemimpin mereka serta anak-anak kecil tak berdosa di sebuah sekolah; sejak saat itu, Iran menguasai Selat Hormuz dan menghukum kawasan tersebut atas keterlibatan mereka dalam peristiwa itu.

Dan kini, justru pemerintah kitalah yang membahas penurunan ambang batas penggunaan nuklir demi menyerang Iran dengan senjata nuklir, meskipun Trump mengklaim telah memenangkan perang itu berkali-kali dan mengatakan AS menguasai Selat Hormuz.

Trump berjanji tidak akan ada lagi perang luar negeri, namun ia justru bisa menjadi sosok yang memicu bencana nuklir dahsyat yang kemungkinan akan menyeret seluruh dunia ke dalam konflik besar, depresi ekonomi, dan penderitaan massal yang belum pernah kita saksikan seumur hidup—dan mungkin sepanjang sejarah.

Masyarakat harus angkat bicara dan dengan tegas menghentikan kegilaan ini.

Amerika tidak kebal dari konsekuensi.

Jika hal itu terjadi, semua orang—benar-benar semua orang—akan menuntut pertanggungjawaban penuh dari mereka yang saat ini memegang tampuk kekuasaan, untuk selamanya dalam sejarah umat manusia.

Jangan gunakan senjata nuklir dan hentikan perang ini SEKARANG JUGA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. amerika akan lenyap seketika jika berani menggunakan nuklir….negara lain musuh amerika akan menggunakan nuklir ke negara lain..misalnya rusia ke ukraina..cina ke taiwan..korut ke korsel….dan akhirnya ke amerika jg…
    kondisi kini beda dgn PD 2 dimn amerika satu2 punya kekuatan nuklir..