Netanyahu menampilkan “musuh-musuh Israel” (Mamdani hingga Erdogan) dalam baliho kampanye menjelang pemilu Israel

Baliho kampanye terbaru Partai Likud pimpinan Netanyahu yang dipasang di Jalan Tol Ayalon, Tel Aviv, secara sengaja menyejajarkan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, dengan para pemimpin musuh regional Israel menjelang pemilu Israel tanggal 27 Oktober 2026.

Strategi politik kontroversial ini dirancang untuk memanfaatkan ketegangan diplomatik luar negeri demi mendongkrak suara domestik bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Detail Desain dan Narasi Baliho

  • Komposisi Visual: Papan iklan raksasa ini menampilkan foto wajah Zohran Mamdani yang diletakkan paling depan dan dominan. Di sampingnya, terdapat Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei, Sekretaris Jenderal Hezbollah Naim Qassem, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Empat tokoh ini adalah musuh utama Israel.
  • Slogan Utama: Bagian atas baliho bertuliskan kalimat bahasa Ibrani berbunyi “הם רוצים שנתניהו יפסיד” “Mereka ingin Netanyahu kalah.”
  • Seruan Pemilih: Bagian bawah memuat pesan teks “אל תנתנו להם לנצח” “Jangan biarkan mereka menang,” lengkap dengan logo resmi partai kanan Likud.
  • Amplifikasi Digital: Setelah diresmikan di area strategis Tel Aviv, Netanyahu langsung mengunggah foto baliho tersebut ke akun media sosial resminya di platform X dan Instagram untuk memperluas jangkauan narasi.

Latar Belakang Perseteruan Netanyahu dan Mamdani

Langkah Partai Likud menargetkan politisi Amerika Serikat ini dipicu oleh sikap keras Mamdani yang berulang kali menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang karena operasi militer di Gaza. Mamdani secara terbuka mendukung surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan disambut di New York City menjelang Sidang Umum PBB bulan September.

Sebagai respons, Netanyahu menuduh Mamdani melakukan ujaran kebencian, memecah belah warga, dan memicu sentimen antisemit. Dengan memasukkan Mamdani ke dalam baliho bersama pemimpin Iran, Hezbollah, dan Turki, Likud berusaha membingkai kritik dari Wali Kota New York tersebut sebagai bagian dari ancaman eksternal yang ingin melemahkan kedaulatan Israel.

Reaksi Kubu Oposisi Israel

Iklan provokatif ini langsung memicu respons balik dan aksi saling sindir dari partai-partai pesaing politik dalam negeri:

  • Partai Yashar: Dipimpin oleh mantan Kepala Staf IDF Gadi Eisenkot—yang saat ini mengungguli Likud dalam jajak pendapat—membalas dengan mengedit baliho tersebut menjadi teks berbunyi, “Mereka ingin IDF runtuh, jangan biarkan Netanyahu menang.”
  • Kritik Skandal Domestik: Anggota Knesset Naama Lazimi memodifikasi baliho tersebut dengan memasang wajah para penasihat Netanyahu yang terseret dalam skandal kebocoran dokumen dan dana eksternal (“Qatargate”), mengubah slogannya menjadi, “Mereka ingin Netanyahu menang, jangan biarkan mereka kalah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. ciye..ciye.. si setanyahu niru² iran pake banner gede.. 😄 Dasar zionis licik lu..👊😂

    Otak licik zionis emang akan menghalalkan segala cara.. Tapi akal sehat yang waras & punya hati nurani kemanusiaan, ga bakalan ketipu sama RENCANA JAHAT SI SETANYAHU!!! ☝️☝️☝️

    MASA DEPAN, ISLAM AKAN MEMIMPIN DUNIA!!!

    ZIONISME SIREWEL SETANYAHU 2027 AKAN THE END! Aaaamiiin.. 🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲