Salah Fikir Pengaku Salafi: Mengkritik = makar, ingin merebut kekuasaan, merusak negara

Dear M Ritonga kami tidak marah ketika Anda memiliki pandangan bahwa pemerintah kita adalah ulil amri. Kami bisa bertoleransi dan memaklumi ketika Anda bilang pemerintah wajib ditaati.

Tapi ketika Anda berani menebar fitnah bahwa pengkritik pemerintah sama dengan khawarij dengan mencatut manhaj salaf, KAMI AKAN LAWAN. KAUM SALAF AKAN MALU DENGAN TINGKAH ANDA.

Anda mengatakan bahwa Ormas atau firqoh semacam ha-te, Ikhwan*l Muslimin dan semisalnya selalu punya hasrat untuk menghancurkan negeri ini hanya karena sering mengkritik kebijakan pemerintah.

Anda salah besar. Kelompok-kelompok yang Anda sebut tidak pernah memiliki niatan untuk menghancurkan negeri. Beda antara KRITIK dengan PEMBERONTAKAN. Tidak setiap kritik bisa dianggap pemberontakan. Apalagi PENGHANUCRAN. Itu adalah tuduhan MENJIJIKAN. Anda harusnya malu pada kaum salaf yang selalu menghindari sifat busuk: tuduhan palsu.

Para pengkritik tidak pernah menginginkan Negara ini jatuh atau hancur. Justru kritik itu dimaksudkan untuk menjaga negeri ini dari segala kerusakan dan kefasadan.

Anda meminta pemerintah untuk waspada terhadap IM dkk. Padahal justru sejak lama banyak kaum IM yang berkontribusi dari dalam pemerintah, sejak zaman M natsir hingga masa kini. Jika PKS dan jamaah tarbiyah direpresentasikan sebagai IM, maka orang-orang IM itu pernah menjadi ulil amri kalian. Ada diantara mereka yang jadi walikota, gubernur atau bahkan anggota dewan. Adapun ketika mereka menjadi oposisi yg mengkritik pemerintah itu memang dinamika perpolitikan kita.

Kenapa anda sangat takut pada orang-orang yang mengkritik pemerintah sementara di saat yang sama Anda tidak pernah takut ketika hijab dilarang di lembaga pendidikan pemerintah. Anda tidak takut ketika ratusan ribu anak-anak keracunan makanan karena kebijakan pemerintah. Anda tidak takut ketika hutan-hutan terbakar karena minimnya efforts pemerintah dalam menjaga lingkungan. Anda tidak takut ketika banjir bandang akibat penebangan masif tapi resmi yang didukung pemerintah.

Jika setiap kritik dianggap pangkal kerusakan, ANDA SALAH BESAR. Betapa banyak kebijakan-kebijakan publik yang merugikan rakyat dirombak ulang setelah mendapat gelombang protes oleh lapisan masyarakat. Betapa ada beberapa kebijakan yang dipikir ulang setelah banyak kritik menerpa. Salah satunya DIBOLEHKAN HIJAB bagi kadet UNHAN setelah banyak protes dari publik.

Kenapa Anda begitu mudah sekali melontarkan tuduhan dengan serampangan dan jauh dari rasa kebijaksanaan. Jika anda pandang kritik positif itu sebagai kemungkaran, akankah Anda berani mengatakan HUSEIN BIN ALI melakukan kemungkaran karena mengkritik Yazid bin Muawiyah? Akankah Anda menuduh Aisyah binti Abu Bakar sebagai khawarij karena berhadapan dengan pasukan Ali? Akankah kalian berani menuduh Abdullah bin Zubair sebagai bughat karena melawan ulil amri: Hajjaj bin Yusuf? Akankah kamu menuduh ulama² yang mengkritik kejahatan Hajjaj dalam kitab-kitab sejarah mereka sebagai khawarij?

Anda menuduh kami memfitnah pemimpin. Bagaimana mungkin kritik dengan berdasarkan data-data kau anggap sebagai fitnah? Lalu apa hukumnya ketika pemerintah dan kalian menuduh kami sebagai penyebar fitnah tanpa bukti? Apakah itu artinya kalian seperti pepatah: maling teriak maling. Menuduh orang lain memfitnah, tapi justru kalian jatuh pada sikap tersebut.

Anda menuduh kami mencari-cari kesalahan pemimpin. Faktanya, kami tidak pernah mengorek kesalahan, karena tanpa dikorek-korek pun kesalahan itu muncul berkali-kali. Dan hanya orang yang punya hati nurani yang akan terusik dengan semua itu.

(@husni_magz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Kita tegur orang/tukang yg kita suruh mengurus dan membangun rumah kita sendiri krn dia telah salah memasang pasak yg lbh besar drpd tiang, dibilangnya kita mau ambil alih pekerjaan si tukang dan merobohkan rumah … ya nananta jg kaum salah fikir …

  2. Intinya pemerintah jgn dikritik walopun tak becus ngurus negara penginnya dijilat dipuji puji

  3. Fix, M Ritonga adalah orang kampung yang baru datang ke kota, lalu masuk dunia Medsos, Otaknya Minim. Islam itu Mempersatukan Suku dan Kerajaan di Indonesia Bro.

  4. Percuma beri nasihat cerdas ke orang yang sebetulnya dia tahu bahwa dia itu sengaja sesat pikiran demi birahi duniawinya, sama saja dengan nasihati dukun hitam sesat atau odgj.