Menurut al-Qaradhawi, fardhu kifayah bagi umat Islam memiliki senjata nuklir, agar pihak lain tidak bersikap semena-mena terhadap umat Islam.
Pernyataan tersebut memang mencerminkan salah satu pandangan kontemporer dalam fikih siyasah (politik Islam). Yusuf al-Qaradhawi berpendapat bahwa memiliki senjata nuklir dapat menjadi fardhu kifayah bagi umat Islam sebagai sarana deterrence (penggentar) agar kekuatan luar tidak bertindak semena-mena terhadap dunia Islam.
Pandangan ini didasarkan pada kontekstualisasi beberapa poin hukum dan dalil berikut:
وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” [QS Al-Anfal:60]
- Tafsir Surah Al-Anfal Ayat 60: Al-Qaradhawi mengaitkan kepemilikan senjata modern (termasuk nuklir) dengan perintah Allah untuk mempersiapkan kekuatan guna menggentar musuh (turhibuna bihi ‘aduwwallah wa ‘aduwwakum).
- Fungsi Defensif dan Keseimbangan Kekuatan: Dalam perspektif ini, nuklir tidak dimaksudkan untuk menyerang terlebih dahulu (ofensif), melainkan untuk menciptakan keseimbangan kekuatan (imbangan kekuatan global) agar negara-negara mayoritas Muslim memiliki posisi tawar yang kuat dan perlindungan dari ancaman luar.
- Fardhu Kifayah Kontekstual: Jika umat Islam secara kolektif tidak memiliki sarana untuk melindungi kedaulatan dan kehormatan mereka dari dominasi asing, maka kewajiban tersebut (fardhu kifayah) jatuh kepada negara atau entitas Muslim yang memiliki kemampuan sains dan teknologi untuk menghadirkannya.







