
KALAU RAKYAT INDONESIA PENDUDUKNYA MODEL KAUM SALAH PIKIR “SALAPI”, YANG POKOKNYA TAAT NGULIL NGAMRI, TIDAK BOLEH MENGKRITIK PENGUASA SECARA TERBUKA, MAKA HANCURLAH NEGARA INI….
TAPI UNTUNGNYA MASIH BANYAK RAKYAT YANG PUNYA AKAL SEHAT… TETAP BERSUARA MENGINGATKAN PENGUASA JIKA TERJADI PENYELEWENGAN…
BGN Batalkan Pengadaan LED Rp 535 Miliar yang Ramai Dibandingkan dengan Pesawat Karhutla
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan pembatalan pengadaan layar LED senilai Rp 535,3 miliar yang ramai disorot di media sosial dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pengadaan tersebut dibatalkan karena lembaganya tidak memiliki anggaran dan harga barang tersebut belum jelas.
“Kenapa? Satu, anggarannya enggak ada. Yang kedua, harganya enggak ada,” kata Sudaryono, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026) malam.
“Jadi, kalau diadakan pun pasti keliru, apalagi tidak diadakan saja sebetulnya sudah keliru karena tidak ada anggarannya ngerti di sini,” sambung dia.
Sudaryono pun menyinggung banyaknya unggahan di media sosial yang mengkritik lembaganya karena pengadaan tersebut.
Bahkan, kata Sudaryono, pengadaan LED tersebut juga ramai dibandingkan dengan harga pesawat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jadi, memang betul ramai di sosmed bahwa seolah-olah saya sebagai Kepala Badan bersama dua wakil saya itu kemudian mengadakan LED yang nilainya Rp 535 miliar,” kata Sudaryono.
“Dibandingkan, itu bisa untuk membeli pesawat pemadam kebakaran itu ya, sangat fantastis sekali ya…Saya yakin yang memposting itu melihat halaman Inaproc ini,” sambung dia. (Inaproc adalah platform yang berfungsi sebagai pusat integrasi nasional (hub) yang menghubungkan berbagai sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di seluruh Indonesia).
Politikus Gerindra itu menjelaskan bahwa proses pengadaan LED tersebut sudah dimulai sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BGN.
Menurut Sudaryono, dia dan para pimpinan BGN saat ini baru mengetahui persoalan pengadaan tersebut setelah masuk pada Juli 2026.
“Jadi, begitu kami masuk, kami dilaporkan terkait ini dan ini 1 April nih prosesnya, jadi kami belum ada di situ ya. Dan begitu kami Juli kami masuk, kami dilaporkan ini, ini kemudian ini keputusan kami cancel,” kata dia.
Sudaryono pun menegaskan bahwa saat ini proses pembatalan pengadaan tersebut masih membutuhkan tahapan administratif.
“Nah, sehingga ini sebetulnya sudah kami batalkan, dalam proses pembatalan, dan ini pasti di apa, kan ada butuh waktu untuk apa sih. ya untuk pembatalan ada proses ya gitu. Jadi, ini memang sudah kami batalkan,” kata Sudaryono.
Di akhir penjelasannya, dia kembali menegaskan bahwa BGN tidak mengizinkan pengadaan LED tersebut dilakukan.
“Jadi, LED ini kami tidak mengizinkan untuk diadakan karena satu anggarannya enggak ada, yang kedua harganya enggak ada,” pungkas Sudaryono.
Ramai di media sosial
Diberitakan sebelumnya, informasi mengenai pengadaan LED BGN senilai Rp 535,3 miliar menjadi sorotan di media sosial.
Salah satu unggahan yang menyoroti pengadaan tersebut berasal dari akun Instagram @perspektiv.idn.
Informasi yang beredar menyebut terdapat sembilan penyedia yang terlibat dalam rencana pengadaan tersebut.
Rencana awal pengadaan disebut mencapai 25.644 unit.
Namun, penyedia dikabarkan hanya mampu menyelesaikan 21.801 unit atau sekitar 85,01 persen.
Nilai pengadaan tersebut kemudian dibandingkan oleh publik dan warganet dengan kebutuhan penanganan karhutla, termasuk harga pesawat pemadam kebakaran.
(Sumber: KOMPAS)








Dasar mental maling bikin kebijakan colongan begitu ketauan ga jd seperti maling mau menccuri begitu ketaua ga jjadi mencuri
tv LED buat nonton anak2 keracunan MBG, untuk kepastian itu berita hoax apa nyata 😂😂😂
ya gampang saja bagi mereka,, tinggal nyari lagi proyek lain yg lebih untung.. tinggal ajukan dan anggarkan..cair lagi..😅
Bubarkan BGN bikin negri bangkrut
Kepala BGN anak kemaren sore itu masih hati² takut kena kaya si botak.
woalah daryono daryono… apa tingkah polahmu ini gegara pernah sakit tipes sebab makan arem² basi?