Kemarin (2/9/2026), Hamas merilis pernyataan berikut, yang semakin memperlihatkan proses pembentukan koalisi yang sedang berlangsung sebagai persiapan menghadapi pemilihan umum Dewan Legislatif Palestina (PLC) mendatang yang dijadwalkan pada 28 Novemver 2026.
BERIKUT PERS RILIS HAMAS:
Husam Badran, anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) sekaligus kepala Kantor Hubungan Nasionalnya, melakukan pembicaraan telepon dengan Salem Atallah, Sekretaris Jenderal Gerakan Mujahidin Palestina. Keduanya membahas perkembangan terkini di kancah Palestina, terutama situasi di Jalur Gaza di tengah agresi Zionis yang masih berlangsung beserta dampaknya, serta sejumlah isu nasional dan politik yang penting.
Badran dan pimpinan Gerakan Mujahidin membahas proses politik dan pemilihan umum mendatang, khususnya pemilihan legislatif Palestina. Kedua belah pihak membahas pentingnya memastikan partisipasi berbagai kekuatan, faksi, serta tokoh nasional yang aktif dan berpengaruh dalam proses pemilihan umum tersebut guna memperluas partisipasi dan memperkuat representasi politik Palestina.
Kedua belah pihak juga membahas pemilihan umum Dewan Nasional Palestina serta mekanisme partisipasinya. Mereka menekankan pentingnya memastikan partisipasi berbagai kekuatan dan komponen Palestina dalam pemilihan ini demi menjamin representasi yang lebih luas bagi kekuatan politik dan elemen masyarakat Palestina di dalam lembaga-lembaga perwakilan nasional, sembari menegaskan penolakan mereka terhadap prinsip penunjukan.
Kedua belah pihak juga membahas proses pembentukan Aliansi Nasional Palestina agar mencakup berbagai kekuatan dan faksi yang aktif dan berpengaruh, serta tokoh-tokoh nasional. Tujuannya adalah untuk mengoordinasikan sikap dan upaya terkait pemilihan umum mendatang serta isu-isu nasional yang sedang dibahas, sekaligus melakukan konsultasi mengenai tahapan selanjutnya.
Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga komunikasi dan konsultasi di masa mendatang serta mengintensifkan dialog dengan berbagai kekuatan Palestina terkait proses politik dan pemilihan umum yang akan datang, dengan tujuan mencapai kesepahaman bersama dan rumusan bersama mengenai isu-isu yang sedang dibahas.
Rabu, 2 September 2026
***
Gerakan Mujahidin Palestina muncul selama Intifada Kedua pada tahun 2000–2001 dari kalangan personel keamanan Fatah dan Otoritas Palestina yang menolak Perjanjian Oslo; awalnya gerakan ini beroperasi sebagai Batalion Mujahidin di bawah pimpinan pendirinya, Omar Abu Sharia; Setelah kematian Omar pada tahun 2007, saudaranya, As’ad Abu Sharia, mengambil alih kepemimpinan dan mengembangkannya menjadi Gerakan Mujahidin Palestina—dengan Brigade Mujahidin sebagai sayap bersenjatanya—sementara tokoh-tokoh seperti Salem Atallah memegang peran penting dalam kepemimpinan politiknya; gerakan ini aktif terutama di Gaza namun juga di Tepi Barat, mengusung perlawanan bersenjata, menjalin hubungan erat serta kerja sama operasional dengan Hamas dan Jihad Islam Palestina, serta berpartisipasi dalam Ruang Operasi Gabungan di Gaza.







