Iran telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, dan Irak. Langkah ini diambil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran setelah serangan udara militer AS sebelumnya menghantam sebuah rumah warga di Sirik, Iran selatan, yang sedang menggelar pesta pernikahan, menewaskan sedikitnya 4 hingga 5 orang termasuk seorang anak kecil, serta melukai puluhan warga sipil lainnya.
Kronologi Kejadian
1. Serangan Udara Awal oleh Amerika Serikat
- Latar Belakang: Komando Sentral AS (CENTCOM) menyatakan mereka meluncurkan gelombang serangan presisi terhadap lebih dari 170 target militer IRGC (seperti sistem radar, pertahanan udara, dan fasilitas komunikasi) di sepanjang pantai selatan Iran. Operasi ini dilakukan sebagai respons atas upaya Iran yang memblokade serta menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
- Tragedi Pesta Pernikahan: Di tengah rentetan serangan tersebut, serpihan misil atau hantaman langsung dari proyektil AS mengenai sebuah rumah di Kuhestak, Kabupaten Sirik, tempat berlangsungnya upacara pernikahan. Otoritas Bulan Sabit Merah Iran mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa warga sipil, termasuk anak berusia 4 tahun, serta lebih dari 50 hingga 63 orang mengalami luka-luka.

2. Serangan Balasan Iran ke Berbagai Negara
Sebagai respons cepat atas jatuhnya korban sipil tersebut, IRGC mengumumkan dimulainya operasi balasan terkoordinasi terhadap aset-aset militer AS di kawasan Timur Tengah:
- Yordania: Iran meluncurkan rentetan rudal balistik ke Pangkalan Udara Prince Hassan dan barak militer AS di Camp Titin. Pihak militer Yordania melaporkan mendeteksi 13 rudal.
- Bahrain: Menggunakan drone kamikaze, militer Iran membidik fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa. Bahrain merupakan markas penting bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Sirene peringatan bahaya sempat berbunyi di seluruh negeri sebelum sistem pertahanan udara Bahrain berhasil mencegat drone tersebut.
- Irak: Unit darat IRGC mengklaim menembakkan kombinasi rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Erbil, wilayah otonom Kurdistan Irak, yang diklaim merusak pusat pemeliharaan dan sistem pemandu aerostat pengawas milik AS.
- Kuwait: Di saat yang sama, Kuwait juga melaporkan mengaktifkan sistem pertahanan udaranya guna menangkal proyektil dan drone asing yang mencoba menerobos wilayah udara mereka.







