Pernyataan tegas Anies Baswedan tersebut merespons tragedi pengeroyokan yang menewaskan Pak Bambang Setiyawan. Korban merupakan seorang pedagang cermin berusia 59 tahun yang menjadi korban kekerasan di tengah situasi ricuh pasca-demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Berikut adalah fakta dan poin-poin penting terkait perkembangan kasus ini:
📢 Pernyataan Resmi Anies Baswedan
- Takziah ke Rumah Duka: Anies Baswedan mengunjungi keluarga almarhum pada Senin malam, 31 Agustus 2026, untuk menyampaikan rasa belasungkawa langsung.
- Kecaman Keras: Setelah mendengar kronologi yang mengenaskan dari pihak keluarga, Anies menegaskan bahwa “negara tidak boleh kalah dengan pembunuh” dan mendesak aparat untuk mengusut tuntas seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan keji tersebut. Pernyataan Anies disampaikan dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Selasa (1/9/2026).
🕒 Kronologi Kejadian
- Bukan Massa Aksi: Pak Bambang sama sekali bukan bagian dari peserta unjuk rasa.
- Kejadian di Pejompongan: Korban awalnya keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB untuk memastikan keamanan lapak dagangannya serta mematikan lampu tokonya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah.
- Diserang Massa: Di tengah kericuhan pasca-demo, korban tiba-tiba dikepung, diseret, dan dianiaya secara brutal oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) hingga tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo, namun nyawanya tidak tertolong.
- Dugaan Keterlibatan Ormas: Di media sosial, beredar narasi dan video amatir yang mengaitkan pelaku penganiayaan dengan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Namun, pihak DPP GRIB Jaya telah merilis bantahan resmi dan menyatakan anggota mereka yang berada di lokasi hanya bertindak sebagai Pam Swakarsa untuk membantu aparat keamanan.
- Desakan dari DPR RI: Ketua DPR RI Puan Maharani juga ikut bersuara keras mendesak Kepolisian untuk mengusut kasus ini secara transparan tanpa pandang bulu, termasuk menindak tegas jika ada keterlibatan kelompok ormas tertentu.
[Video pernyataan Anies]








sabar mANIES….. korban meninggalnya supporter di kanjuruhan belum selesai, korban di bawaslu juga belum selesai
no HP andakah ?
+622130012114
+62895002272051
+6285873407941
+62895002272100
+62895002272072
+6281479597908
+62895002239192
+6281479597143
+6281479597142
+62895002272073
kayaknya ntu no HP kang judol ato kang pinjol 🤣🤣
Koor kompak dari gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun alias Babi guRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI: “alaaahhh yang mati cuma 1 orang. Rakyat Indonesia masih banyak kok. Lagian ngapain itu si Wan pencitraan pake acara bertakziah segala⁉️
Presiden bukan, gubernur bukan, walikota juga bukan. Coba lihat tuh junjungan sekaligus sesembahan kami si Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan Mbah GendruWO Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon yang SANGAT KAMI KAGUMI aja GAK PEDULI kok‼️
siapa yg berani nyenggol ormas piaraan pa Ndut pa Anies?
tentara kopassus aja nunduk2 sm dia