KENAPA SINGAPORE TAMBAH KAYA TAPI INDONESIA TETAP MISKIN?
Siapa perampok sebenarnya, dan hubungannya dengan mega-demo hari ini
BY Dr. Meilanie Buitenzorgy (Dosen IPB)
Tahun 1965. Singapura merdeka (lepas dari Malaysia) sebagai negara pulau kecil yang padat penduduk, miskin, jorok, butek dan tidak punya sumber daya alam sama sekali. Bahkan air minum pun harus impor dari tetangga.
Sementara tetangganya, Indonesia, adalah surga dunia kaya SDA: dari emas sampai timah, dari hasil laut sampai kelapa sawit. Palugada: apa lu mau, gua ada.
60 tahun kemudian: Singapura menjelma jadi salah satu negara terkaya di dunia, sementara Indonesia tetap begini-begini saja. Miskin.
Jadii…. kenapa bisa gitu?? Kenapa kita teteup aja miskin padahal kaya SDA?
“Karena kekayaan kita selama ini DIRAMPOK oleh Singapore!!”
Pret. Tiap hari kita mesti dengerin ni narasi basi kek kaset rusak keluar dari mulut You-Know-Who.
Tapi, emang beneran kita DIRAMPOK oleh Singapura?
Mari kita bedah.
Singapura bisa kaya raya karena mereka punya 3 modal dasar:
1. Pemerintah yang KOMPETEN
Dahlah. Sepanjang huru-hara belakangan ini, kita semua kan udah nontonin kontrasnya statemen pejabat Singapura vs statemen pejabat kita (termasuk si Bahlul). Di sana kebijakan dirancang pakai sains, riset, dan efisiensi. Di sini kebijakan dirancang pakai otot, kepenting partai, dan asal bapak senang.
2. Regulasi Kerahasiaan Bank & Pragmatisme Hukum
Di atas kertas, Singapura punya regulasi Anti-Money Laundering yang sangat ketat. Tapi di lapangan, mereka punya standar hukum yang cerdik: Singapura tidak akan menyita atau membekukan aset tanpa ada putusan hukum pidana (inkracht) dari negara asal.
Artinya apa? Sepanjang duit hasil korupsi, illegal logging, pembakaran hutan (karhutla), dan tambang ilegal pejabat-pengusaha Indonesia TIDAK DIADILI oleh hukum Indonesia sendiri, maka di mata hukum Singapura, duit triliunan itu adalah modal sah yang siap diputar untuk memakmurkan ekonomi mereka!
3. Tetangga Kaya SDA yang Dikelola “Persekutuan B4ndIt Lokal”
Modal paling berharga buat Singapura adalah keberadaan negara tetangga yang kaya raya, tapi dikelola oleh persekutuan b4ndit lokal. Persekutuan antara pemerintah yang inkompeten-korup-represif dengan para pengusaha sawit-tambang rakus pengeruk sumberdaya alam. Di pemilu-pilkada, pengusaha-pengusaha ini jadi kasir dana kampanye. Beres pemilu, mereka dapet konsesi sawit-tambang dari pemerintah. Bahkan dimodalin bank BUMN untuk mencaplok saham pesaing. Ups.
Persekutuan ini dipagari oleh aparat korup dan pasukan buzzer receh. Duit hasil kerukan bumi sebagian dicuci lewat bisnis-bisnis hiburan artis tukang cuci macam Rapi Amat. Tapi porsi raksasanya diparkir aman di perbankan Singapura.
Singapura panen bunga dan devisa. Sedangkan tetangga yang kaya SDA tapi korup menyisakan asap karhutla dan batuk darah pada bayi-bayi di daerah karhutla.
Jadi paham kan kenapa Singapura makin kaya?
Jadi paham kan siapa perampok yang sebenarnya?
Singapura bukan perampok. Singapura cuma pedagang cerdik dan pragmatis yang “tutup mata” menampung modal yang dititipkan oleh para perampok yang sesungguhnya. Duit-duit sedotan dari bumi tetangga kaya SDA itulah yang membesarkan ekonomi mereka.
Jadi, yang merampok bangsa Indonesia bukan Singapura. Perampok kita ada di depan mata: sehari-hari nongol di TV dan media, pidato sok nasionalis, dan bicara dalam bahasa kita—bukan bahasa Sing-lish.
Mereka-lah LONDO IRENG yang sesungguhnya.
Gimana cara kita keluar dari kesengsaraan ini?
Belajarlah dari Singapura! Modal pertama mereka untuk membalikkan nasib dari pulau miskin jadi raksasa dunia adalah: PEMERINTAH YANG KOMPETEN.
Nah, untuk itulah adik-adik mahasiswa dan masyarakat sipil hari ini turun ke jalan.
“Dua tahun sudah cukup. Lima tahun mematikan. Kalau gak kompeten, turun sekarang!”
Demikian pesan gahar dari adik-adik mahasiswa.
Jadi….
Kenali rampok yang sesungguhnya.
Pahami akar masalah bangsa yang sesungguhnya.
Panjang umur perjuangan! 








Jadi, yang merampok bangsa Indonesia bukan Singapura. Perampok kita ada di depan mata: sehari-hari nongol di TV dan media, pidato sok nasionalis,,, 🤭🤭
https://youtu.be/XiQsXLJzOZk?si=-74onEgOYpnRZZ9L
https://youtu.be/d85bmuU2Qmw?si=k2Ueif0giOne2lFo