
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berhasil mempertahankan jabatan Presiden untuk periode keempat setelah menang dramatis mengalahkan calon yang didukung ISRAEL-TRUMP dalam pilpres Brazil putaran dua yang digelar hari Minggu, 25 Oktober 2026.
Presiden Brasil Lula da Silva secara konsisten dan vokal membela dan mendukung Palestina dan menyebut aksi militer Israel di Jalur Gaza sebagai sebuah “genosida”.
Lula da Silva: “Apa yang terjadi di Gaza kepada rakyat Palestina tidak ada tandingannya dalam sejarah. Sebenarnya, pernah terjadi ketika Hitler memutuskan untuk membunuh orang-orang Yahudi. Siapa yang akan membangun kembali rumah-rumah yang hancur? Siapa yang akan mengembalikan nyawa kepada anak-anak yang dibunuh, tanpa mengetahui mengapa mereka mati?”
Pernyataan dan kritik keras ini telah disampaikan oleh Lula dalam berbagai forum internasional dan memicu ketegangan diplomatik yang signifikan antara Brasil dan Israel.
Berikut adalah beberapa momen utama di mana Presiden Lula menegaskan pernyataannya terkait situasi di Gaza:
- KTT Uni Afrika (Februari 2024): Lula memicu perdebatan global ketika secara langsung menyamakan tindakan militer Israel di Gaza dengan Holocaust (pembantaian massal warga Yahudi oleh Adolf Hitler selama Perang Dunia II). Ia menyatakan bahwa situasi di Gaza bukan sekadar perang, melainkan genosida terorganisir yang menyasar perempuan dan anak-anak. Akibat pernyataan ini, Israel menyatakannya sebagai persona non grata, namun Brasil menolak menarik kembali ucapan tersebut.
- Pertemuan BRICS (Juli 2025): Di hadapan para pemimpin negara-negara berkembang di Rio de Janeiro, Lula kembali mengutuk apa yang disebutnya sebagai genosida Israel dan mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak.
- Majelis Umum PBB (September 2025): Dalam pidatonya di forum PBB, Lula memperingatkan bahwa rakyat Palestina “berisiko punah” dan menekankan bahwa pembantaian tersebut tidak akan terjadi tanpa keterlibatan pihak-pihak global yang sebenarnya memiliki kekuatan untuk mencegahnya.
- Majelis Umum PBB (September 2026): Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 pada 22 September 2026, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam keras tindakan militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai genosida terhadap perempuan dan anak-anak.
Selain melalui diplomasi publik, pemerintah Brasil di bawah kepemimpinan Lula juga memberikan dukungan resmi terhadap langkah Afrika Selatan yang menggugat Israel atas dugaan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).
SELAMAT ATAS KEMENANGAN LULA DA SILVA.







