

Penuturan Erin Cipta seorang PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Taiwan di akun facebooknya (26 Oktober 2026):
Aku PMI, dan cukup nyaman hidup di Taiwan. Dari gajiku, aku bisa hidup dan memenuhi biaya hidup anak-anakku. Bukan gaya hidup!
Tapi aku ngga akan encourage kawan-kawan di Indonesia buat jadi PMI juga. Kalau bisa, gausah jadi kayak aku dah.
Karena keberadaan PMI (sektor informal) yang sak-umbyuk di sini adalah bukti kegagalan sistem pemerintahan Indonesia dalam menjamin kesejahteraan hidup rakyatnya.
YOI. PEMERINTAH INDONESIA GAGAL.
Aku kerja keras, sangat keras bahkan. Tapi di negara orang.
Karena pemerintah Indonesia gagal memberi jaminan kerja dan kesempatan mencari nafkah layak bagi warganya.
Anakku sekolah dan kuliah di Indonesia, di sarana pendidikan yang layak. TAPI BAYARNYA MAHAL!
Itulah kenapa aku merelakan hatiku berdarah-darah menahan kerinduan karena harus jauh dari anak, dari keluarga.
Tenagaku, skill-ku, tidak dibayar layak jika aku bertahan di Indonesia.
Pemerintah Indonesia GAGAL.
BTW, gajiku adalah minimum wage di Taiwan. Upah paling rendah.
Di sini aku berserikat dan ikut gerakan protes pada pemerintah Taiwan untuk peningkatan gaji pokok dan perbaikan sistem ketenagakerjaan.
((Lho, katanya nyaman, kok protes?))
Karena sejatinya, gaji minimum yang bagiku cukup, adalah nilai yang belum adil dengan beban kerja dan aturan ketatnya. Aku berhak protes, berhak mengkritik pemerintahan negara orang.
Negara orang yang kutumpangi aja kuprotes, masa negara sendiri yang jelas-jelas gagal ngga boleh disenggol?
Protes kami dihargai di sini. Suara kami-para pekerja asing-didengar, lalu dibawa ke sidang legislatif untuk dibahas dan jadikan pertimbangan pengambilan kebijakan.
Jadi kalau aku repost dan ikut teriak protes bersama Greenpeace dan aktivis lain untuk “TURUNKAN BIAYA HIDUP” di Indonesia … itu kulakukan karena aku mencintai negeriku sendiri.
Bagaimana bisa aku tidak cinta, jika saripati tubuhku berasal dari tanah dan airnya.
Tapi cintaku pada Indonesia terantuk pada kegagalan pemerintahnya menjamin kesejahteraan rakyatnya
🙁
Presiden Prabowo sebagai kepala negara: GAGAL.
(Sumber: fb)
*FOTO : SALAH SATU MOMEN DEMO PEKERJA MIGRAN DI TAIWAN TAHUN 2022
https://www.antarafoto.com/id/view/1584297/demo-pekerja-migran-di-taiwan








mbak pekerja migran satu ini kelihatan sekali cerdasnya, jauh melampaui tukang cebok rezim yg sering komen di sini
si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) MUNAFIK ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI beserta gerombolannya kompak komen: “kalau disana enak, ya sudah sana gak usah kembali ke Indonesia. Biar Indonesia ini kami aja yang meninggali. Kalian kadrun memang kerjanya cuma nyinyir, nyalahin pemerintah terus‼️”
Netizen cerdas: “alah…alahhh ANONim MUNAFIK BabRun…lu aja pengangguran, kerja jadi buzzer amatir kok gayanya merasa nyaman di bawah kepemimpinan Jokodok plonga plongo raja Ngibul Mulyono dan si Mbah GendruWo Wowo Antek asing Gemoy omon omon sih⁉️
ngoahahaha…😅🤣😝😂