✍️Tengku Zulkifli Usman (pengamat internasional)
Setelah dikeroyok habis habisan oleh koalisi zionis, AS, eropa, dan semua sekutunya.
Presiden Brazil incumbent Inacio Lula Da Silva kembali terpilih sebagai presiden Brazil. Mengalahkan calon yang didukung AS, Israel, dan semua sekutunya: Flavio Bolsonaro.
Lula sampai sampai harus ikut putaran kedua pemilu Brazil, karena kalah pada putaran pertama dengan Bolsonaro Jr. Tapi di putaran kedua dia menang mengejutkan 51,76%.
Ini adalah kemenangan rakyat Brazil, kemenangan atas Zionis, atas fasis, dan kemenangan atas mental imperialisme AS. Brazil adalah salah satu negara penting di dunia, ini adalah pukulan telak di muka Trump terutama.
AS dan Israel menghancurkan Kuba, Venezuela, mentorpedo Argentina, dan mengkudeta Kolombia. Tapi sekarang mereka gagal mengalahkan Lula di pilpres Brazil yang menjadi salah satu pilpres paling historis dalam sejarah modern Brazil.

Kekalahan Lula pada putaran pertama, memberikan kesadaran rakyat Brazil bahwa demokrasi mereka sedang dirampok. Lalu mereka membalas pada putaran kedua, dengan menendang calon dukungan Israel dan AS, Flavio Bolsonaro ke tempat sampah.
Saat ini keputusan KPU Brazil sudah final, dan rakyat Brazil merayakan kemenangan mereka, walaupun Flavio Bolsonaro menolak hasil pemilu dan meminta hasil kemenangan Lula di anulir.
Di dunia ini, tidak ada istilah antek asing bisa memaksakan kehendaknya mengobok-obok satu negara, selama kualitas rakyat dan pemimpin mereka memiliki daya tahan yang cukup.
Sejak zaman dahulu, asing akan selalu berupaya mengobok-obok suatu negara dan berusaha mencaplok Negera tertentu, itu sudah rahasia umum sejak berabad-abad lalu dan tidak perlu dijual lagi narasi seperti ini. Mazhab persaingan global saat ini adalah dominan dengan Mazhab Realisme.
Sehingga menjual narasi antek asing sebenarnya sudah sangat tidak relevan. Fokusnya hanya soal kualitas rakyat dan kualitas pemimpin. Kualitas tatekeloa negara. Bukan menjual narasi antek asing untuk terlihat nasionalis di depan rakyat dan demi kepentingan mendapatkan dukungan politik semata.
Lula menang melawan antek asing yang dia tidak pernah sebut dalam kampanye pilpres, lula mengalahkan pemodal miliaran dolar yang di investasikan ke calon Bolsonaro.
Saat kualitas rakyat naik, saat itu juga kualitas pemimpin akan terkoreksi dengan sendirinya, tanpa perlu harus teriak teriak antek asing dan isu isu lain yang tidak substansial.
[KEMENANGAN YANG SANGAT DRAMATIS – MOMEN KETIKA SUARA LULA DA SILVA MENYALIP]







