
Akan tercatat dalam buku-buku sejarah bagaimana seorang pekerja tua dari pabrik menghadapi seluruh kekuatan media dan finansial Zionisme serta AS. Engkau akan abadi, Luiz Inácio Lula da Silva.
Luiz Inácio Lula da Silva resmi memenangkan Pemilihan Presiden Brasil 2026 setelah melalui babak kedua (runoff) yang berlangsung pada hari Minggu 25 Oktober 2026.
Berdasarkan data resmi dari Superior Electoral Court (TSE/KPU Brazil), Lula da Silva berhasil mengamankan masa jabatan keempatnya yang bersejarah dengan mengalahkan penantangnya, Flávio Nantes Bolsonaro yang didukung penuh Israel dan AS melalui dukungan finansial dan media sosial Meta dll.
Hasil akhir menunjukkan persaingan yang sangat ketat:
- Luiz Inácio Lula da Silva (Workers’ Party – PT): 51,77% (64.168.778 suara) — Pemenang
- Flávio Nantes Bolsonaro (Liberal Party – PL): 48,23% (59.788.685 suara)
🇧🇷REKAM JEJAK DUKUNGAN UNTUK PALESTINA🇵🇸
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, memiliki rekam jejak panjang dan konsisten dalam mendukung perjuangan kemerdekaan serta hak-hak rakyat Palestina. Sikap diplomatik politiknya yang berani sering kali menempatkan Brasil sebagai salah satu pendukung utama Palestina di kawasan Amerika Latin. [1, 2, 3]
Berikut adalah jejak historis dan langkah konkret dukungan Presiden Lula terhadap Palestina:
1. Pengakuan Resmi Kemerdekaan Palestina (2010)
Pada masa jabatan keduanya, tepatnya tanggal 5 Desember 2010, pemerintahan Lula secara resmi mengakui Negara Palestina dengan garis perbatasan tahun 1967, yang mencakup seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza. Langkah bersejarah ini memicu gelombang pengakuan serupa dari negara-negara Amerika Selatan lainnya. Jauh sebelum itu, pada Maret 2010, ia juga melakukan kunjungan resmi ke Tepi Barat dan meletakkan karangan bunga di makam mantan presiden Palestina, Yasser Arafat.
2. Kritik Keras Terhadap Operasi Militer Israel (2024)
Lula menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling vokal mengkritik eskalasi militer Israel di Jalur Gaza.
- Perbandingan dengan Holocaust: Pada Februari 2024, pernyataan Lula memicu ketegangan diplomatik besar setelah ia menyamakan tindakan militer Israel di Gaza dengan genosida yang dilakukan Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi pada Perang Dunia II. Akibatnya, Israel menyatakan Lula sebagai persona non grata.
- Simbol Solidaritas Publik: Sebagai bentuk dukungan nyata kepada publik, Lula tertangkap kamera mengibarkan bendera Palestina pada sebuah perayaan nasional di Brasil (Maret 2024) serta mengenakan syal tradisional Palestina (keffiyeh) pemberian duta besar Palestina dalam sebuah acara resmi (Februari 2026).
3. Diplomasi di Sidang Umum PBB (2025–2026)
Lula menggunakan panggung utama dunia untuk membela hak-hak warga Palestina:
- Sidang Umum PBB 2025: Lula secara tegas menyerukan pengakuan penuh Palestina sebagai negara di PBB dan menyebut langkah tersebut sebagai “tindakan keadilan”. Ia mengecam hancurnya 90% rumah warga Palestina dan penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.
- Sidang Umum PBB 2026: Pada September 2026, Lula kembali mengutuk pemerintahan Benjamin Netanyahu atas apa yang ia sebut sebagai “genosida terhadap perempuan dan anak-anak di Gaza”. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk mendukung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dalam mengadili kejahatan perang tersebut.








ALHAMDULILLAH….
ALLAHU AKBAR..
sementara presiden dr negara islam trbesar di dunia mlh asyik brkawan dg pndukung israhell