LUAR BIASAAAAA BRAZIL !!!
ISRAEL GO TO HELL ‼️
Persaingan Pemilihan Presiden (Pilpres) Brasil 2026 memang berlangsung sangat sengit. Calon presiden dari sayap kanan, Flávio Bolsonaro (putra mantan presiden Jair Bolsonaro), yang dikenal sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Donald Trump, sempat mengejutkan publik setelah unggul di putaran pertama pada 4 Oktober 2026 dengan meraih 47,03% suara dibandingkan presiden petahana sayap kiri, Luiz Inácio Lula da Silva, yang memperoleh 45,16%.
Namun, situasi berbalik secara dramatis pada pemungutan suara putaran kedua yang digelar pada hari Minggu 25 Oktober 2026. Berdasarkan data hitung awal dari Superior Electoral Court (KPU nya Brazil) dengan 99,7% data suara yang telah masuk, posisi terdepan kini diambil alih oleh Luiz Inácio Lula da Silva yang memimpin dengan 51,75% suara, sementara Flávio Bolsonaro mengantongi 48,25% suara. SELISIH SUARA 4 JUTA LEBIH !!!
LIVE UPDATE: https://www.theguardian.com/world/ng-interactive/2026/oct/25/brazil-election-2026-live-second-round-results
Pergeseran Peta Suara
Meskipun berbagai lembaga survei seperti CNT/MDA dan analis dari Eurasia Group sempat memprediksi Bolsonaro akan mempertahankan keunggulannya menjelang putaran kedua, kebangkitan Lula didorong oleh beberapa faktor krusial:
- Dukungan Wilayah Basis: Lonjakan suara Lula terjadi seiring masuknya penghitungan dari wilayah timur laut Brasil, yang secara historis merupakan basis kuat bagi pemilih sayap kiri dan Partai Pekerja (PT).
- Gelombang Protes: Setelah putaran pertama, gerakan protes mahasiswa berskala besar yang menentang kebijakan Bolsonaro turut memobilisasi massa pemilih.
- Reformasi Ketenagakerjaan: Beberapa hari sebelum pencoblosan, Lula mengamankan kemenangan politik besar setelah Kongres Brasil menyetujui amandemen dua hari libur berbayar dalam seminggu, yang memperkuat posisinya di mata kelas pekerja.
Dampak Geopolitik yang Kontras
Hasil pemilu ini sangat menentukan arah kebijakan luar negeri Brasil. Flávio Bolsonaro sebelumnya telah berkomitmen penuh untuk mengembalikan hubungan erat dengan Israel, bahkan berjanji akan memindahkan kedutaan Brasil ke Yerusalem dalam enam bulan pertama masa jabatannya.
Sebaliknya, di bawah kepemimpinan Lula da Silva, hubungan Brasil-Israel sempat menegang akibat kritik keras Lula terhadap operasi militer Israel di Gaza.
SEMOGA HASIL AKHIR Lula da Silva MENANG.
CATATAN: Capres yang didukung AS-Israel ini juga didukung oleh media sosial Meta dengan membuat batasan untuk Lula. Kecurangan Meta ini mendapat protes keras dari publik Brazil.








ALHAMDULILLAH..