Mantan kepala IDF Gadi Eizenkot diproyeksikan menjadi Perdana Menteri Israel setelah pemilu yang akan digelar pada hari Selasa besok 27 Oktober 2026, menggantikan Netanyahu. Kemungkinan 52%.
Mantan Kepala Staf Militer (IDF) Gadi Eisenkot memang diproyeksikan memimpin perolehan kursi pemilu Israel melalui partainya, Yashar, mengungguli partai Likud milik Benjamin Netanyahu. Survei menjelang pemilu Israel menunjukkan partai Yashar meraih sekitar 20 hingga 23 kursi, sementara Likud berada di posisi kedua.
Meski demikian, posisi Eisenkot sebagai Perdana Menteri berikutnya belum terjamin sepenuhnya.
Dalam sistem parlementer Israel (Knesset), memenangkan kursi terbanyak tidak otomatis membuat seseorang menjadi perdana menteri. Mandat pembentukan pemerintah akan diberikan oleh Presiden kepada tokoh yang paling dinilai mampu menggalang koalisi mayoritas minimal 61 kursi dari total 120 kursi Knesset.
Saat ini, peta politik Israel menghadapi potensi kebuntuan (deadlock):
- Blok Oposisi (Anti-Netanyahu) yang dipimpin oleh partai Eisenkot rata-rata diproyeksikan meraih sekitar 54–56 kursi.
- Blok Koalisi Netanyahu diproyeksikan meraih sekitar 49–50 kursi.
- Karena kedua kubu belum menyentuh angka 61 kursi, penentu pemerintahan baru akan sangat bergantung pada arah koalisi partai-partai kecil (seperti partai B’Yachad pimpinan Naftali Bennett) serta partai-partai Arab.
Preferensi Calon Perdana Menteri
Dalam pertanyaan head-to-head mengenai kelayakan sebagai Perdana Menteri, survei dari i24NEWS tanggal 22 Oktober 2026 mencatat:
- Gadi Eisenkot unggul dengan 44% dukungan, berbanding 38% untuk Benjamin Netanyahu.
- Sementara jika diadu antara Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu, keduanya berimbang di angka 38%.
Eisenkot meraih simpati publik yang besar karena citranya sebagai tokoh keamanan yang lurus, serta latar belakang personalnya yang ikut kehilangan putra dan dua keponakannya dalam perang di Gaza.
Mengingat tingginya persentase pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) mencapai 36% sesaat sebelum pencoblosan, hasil akhir pemilu legislatif ke-26 ini masih sangat dinamis dan akan bergantung pada tingkat partisipasi pemilih di hari pelaksanaan. Pemungutan suara resmi berlangsung pada 27 Oktober 2026, dan Komite Pemilihan Pusat (CEC) dijadwalkan mengonfirmasi hasil resminya pada 4 November 2026.







