✍️M Maki
Pernyataan Bima Arya (Wakil Menteri Dalam Negeri) yang bilang belum ada laporan resmi soal ormas terlibat kekerasan di demo 27 Agustus kemarin,
- Padahal Kita semua nonton videonya tersebar luas, truk GRIB Jaya melaju diiringi aparat, massa berikat kepala putih turun di Pejompongan sampai terjadi bentrok yang bikin seorang pedagang kaca bernama Bambang Setiyawan (59 tahun) tewas.
- Koordinator KontraS bahkan udah bilang pola ini mirip Pam Swakarsa 1998, pengerahan kelompok sipil untuk menghadapi demonstran yang berujung konflik horizontal.
Tapi kok Kemendagri bisa-bisanya bilang kami hanya memonitor lewat media saja? Sebuah dalih birokrasi kelas kakap.
Saya lihat ini bukan kelalaian, tapi mekanisme yang sengaja dijaga. Wamendagri dengan manisnya bagi-bagi kewenangan ormas terdaftar urusan Kemendagri, ormas berbadan hukum urusan Kemenkumham. Sementara GRIB Jaya sendiri udah sibuk kumpulin bukti dan ancam jalur hukum balik.
Ini kan sirkus prosedural yang bikin publik makin bingung.
Ketua DPR Puan Maharani udah minta usut tuntas, pengamat minta cabut izin, tapi Kemendagri masih bersembunyi di balik “belum ada laporan resmi”.
Padahal kita semua tau, laporan resmi itu gak bakal dateng kalo aparatnya sendiri yang ngawal ormas turun ke jalan.
Yang bikin saya kesel, ini pola yang sama terus berulang dari zaman Orba sampai sekarang.
Negara pura-pura buta, birokrasi dipakai jadi tameng, sementara ormas-ormas pro-penguasa bebas bergerak dan rakyat sipil jadi korban.
Bambang Setiyawan mati di Pejompongan, truk GRIB hancur di Slipi, dan Kemendagri sial nya cuma bisa bilang: kami monitor lewat media.
Buat apa susah-susah bikin UU Ormas Nomor 17 Tahun 2013 kalo pelanggaran sekasat mata kayak gini aja dibiarin lewat?
Kapan kita berhenti jadi bulan-bulanan permainan prosedural yang hanya melindungi kekuasaan, bukan rakyat?








Ada pengeroyokan dan pembunuhan itu gak perlu laporan, itu sdh tindak pindana, aparat harus lgs bertindak dan mengurusnya. Tp kalo aparat jg terlibat, terus mau bagaimana lagi? Bener2 negeri para bedebah …
alat bukti rekaman CCTV dan saksi dilapangan sudah cukup untuk diproses untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat. yang beredar justru produk AI 🤣🤣🤣
lagian itu bukan tupoksi wamendagri.
Desakan Pengusutan: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM serta lembaga pengawas seperti Kompolnas dan pimpinan DPR agar kasus kematian warga dan dugaan penganiayaan ini diusut tuntas secara transparan.
Ayo @Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo dan kawanannya, cepat bela tuh junjungan sekaligus sesembahan kalian‼️
Kalian memang makhluk HINA‼️
Bemo arca jenis hewan munafik yg percaya hewan itu inatang koplak ky af aris
waktu menjabat walikota bogor ini orang yg melaporkan Habib Riziq sampai dipenjara.
mana berani main keras, emg mau dijewer bowo?
biasalah…sama pihak yg dekat istana hukum jd letoy
begitulah sifat bangsa indonesia yang adiluhung, pupuk dan suburkan
salah satu aktor penyebab terjadinya KM 50