Senator AS: Pemerintah Netanyahu Sedang Menjalankan Rencana Pembersihan Etnis Warga Palestina di Gaza

Senator Amerika Serikat, Chris Van Hollen menyatakan di X (3/9/2026):

“Setelah kunjungan kami ke perbatasan Gaza-Mesir tahun lalu, @SenJeffMerkley dan saya merilis laporan berjudul, “Pemerintah Netanyahu Sedang Melaksanakan Rencana Pembersihan Etnis Warga Palestina dari Gaza.”

Kini, Menteri Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa itulah tujuannya.

Kita (AS) harus mengakhiri keterlibatan kita.”

***

Laporan resmi yang dirilis oleh Senator Amerika Serikat, Chris Van Hollen (D-Md.) dan Jeff Merkley (D-Ore.) pada tanggal 11 September 2025.

Judul lengkap dari laporan setebal hasil misi pencarian fakta tersebut adalah:

“The Netanyahu Government Is Implementing a Plan to Ethnically Cleanse Gaza of Palestinians. America is Complicit. The World Must Stop It.”

(Pemerintah Netanyahu sedang menjalankan rencana untuk melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina di Gaza. Amerika turut terlibat. Dunia harus menghentikannya.)

Laporan ini menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza setelah kedua senator tersebut melakukan kunjungan langsung ke wilayah perbatasan Gaza, Israel, Tepi Barat, Yordania, dan Mesir. Berikut adalah poin-poin utama serta perkembangan terkait klaim tersebut:

Poin Utama Laporan Senator AS (September 2025)

  • Pemusnahan Massa Melalui Kondisi Hidup: Laporan tersebut menyatakan bahwa penghancuran infrastruktur sipil secara sistematis serta pembatasan ketat terhadap bantuan makanan dan kemanusiaan digunakan oleh pemerintahan Netanyahu untuk mengusir populasi Palestina secara paksa.
  • Narasi “Migrasi Sukarela” adalah Kebohongan: Kedua senator menegaskan bahwa klaim pemerintahan Netanyahu mengenai perpindahan warga Gaza secara “sukarela” adalah sebuah kedok yang kejam. Mereka menulis, “Kepergian tidak bisa disebut ‘sukarela’ ketika kondisi yang dibutuhkan untuk menyambung hidup telah dipadamkan.”
  • Keterlibatan Amerika Serikat: Laporan tersebut secara terbuka mengkritik pemerintah AS karena dinilai mendanai dan membiarkan tindakan pembersihan etnis tersebut melalui bantuan militer kepada Israel.

Perkembangan Terbaru (Agustus – September 2026)

Klaim dan temuan dalam laporan tersebut kembali menjadi sorotan tajam menyusul beberapa konfirmasi dari pejabat tinggi dan operasi diplomatik Israel:

  • Pencarian Negara Penerima Pengungsi: Pada Agustus 2026, laporan intelijen mengungkapkan bahwa Direktur Mossad Israel, David Barnea, secara rahasia melakukan perjalanan ke Washington untuk meminta bantuan AS membujuk negara-negara lain—termasuk menjajaki diskusi dengan Ethiopia, Indonesia, dan Libya—agar bersedia menampung ratusan ribu warga Palestina yang diusir dari Gaza. Senator Van Hollen menyebut langkah ini sebagai tindakan yang “keterlaluan dan memuakkan”.
  • Pernyataan Menteri Pertahanan Israel: Pada tanggal 2 September 2026, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terang-terangan menyatakan bahwa tidak ada solusi nyata bagi Gaza pada akhirnya tanpa adanya “migrasi” penduduk. Menanggapi pernyataan langsung tersebut, Senator Van Hollen menyatakan lewat akun resminya bahwa Menteri Pertahanan Israel telah mengonfirmasi bahwa pembersihan etnis memang merupakan tujuan utama mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *