Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun selama sidang vonis; ia hanya menatap hakim setelah vonis diumumkan.
Inilah Rawda Hossam Shalaby, ilmuwan nuklir termuda Mesir.
Bagi yang belum mengenal Rawda:
- Pendidikan Tinggi: Ia adalah lulusan Teknik Nuklir di Universitas Alexandria dan termasuk di antara sepuluh mahasiswa yang berhasil merancang reaktor nuklir pertama Mesir.
- Gelar Magister: Beliau memegang gelar M.Sc dalam bidang Teknik Nuklir dan Radiasi (Nuclear and Radiation Engineering).
- Proyek Nuklir: Ia adalah salah satu pendukung proyek nuklir yang paling antusias dan aktif; ia bahkan meminta izin kepada pembimbing akademiknya untuk menerjemahkan semua program perangkat lunak yang terkait dengan desain reaktor dan berhasil menjalankannya yang merupakan “faktor kunci dalam perhitungan desain reaktor nuklir.”
- Karya Ilmiah: Pada tahun 2021, beliau menyelesaikan tesis penelitian berjudul “Characterization of Well Type Gamma Ray” di bidang fisika terapan.
- Latar Belakang Keluarga: Beliau merupakan putri dari Dr. Hossam Shalaby, seorang profesor teknik elektro terkemuka yang masuk dalam jajaran top 2% ilmuwan dunia versi Stanford University. Dr. Hossam Shalaby adalah seorang profesor Penerima Penghargaan Negara sebanyak tiga kali dan penulis 160 publikasi ilmiah, ia memilih untuk mengajar di Universitas Alexandria daripada bekerja di Amerika Serikat.
Rawda Shalaby
Pada 7 Oktober 2022, seorang hakim menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepadanya.
Tuduhan tersebut termasuk menghasut kerusuhan, tindakan premanisme, kepemilikan senjata, dan afiliasi dengan Ikhwanul Muslimin yang dilarang rezim As-Sisi.








Assisi pembunuh presiden sah Mesir Muhammad Mursi…
bertahun tahun menipu presiden seolah olah teman dekat…munafik sejati… aslinya anjing zionis
Muhammad Mursi sudah di ingatkan Erdogan berhati hati thd Assisi dan bahaya²nya.
tapi Mursi menganggap Asisi tulus sebagai bawahan.
semoga rencana Allah terhadap Mesir mengembalikan kedaulatan kepada masyarakat Islam Mesir terjadi secepatnya.