Pada tahun 1954, pemerintah baru Mesir mulai ingin mengendalikan Al-Azhar sepenuhnya. Penguasa ingin Al-Azhar mengikuti kemauan pemerintah, termasuk soal penghapusan pengadilan syariah.
Syekh Al-Azhar waktu itu terus ditekan supaya ikut menyetujui rencana mereka.
Tapi ternyata mereka salah pilih orang.
Syekh Al-Azhar nggak terlalu peduli dengan jabatan, apalagi takut dengan kekuasaan. Ketika pemerintah tetap memaksakan rencananya, beliau memilih mundur dari jabatannya.
Beliau menulis: “Cukuplah bagiku segelas susu dan sepotong roti. Setelah itu, biarlah dunia dengan segala isinya pergi.”
Beliau adalah Imam Besar Al-Azhar Muhammad al-Khadr Husayn.
Ulama asal Tunisia, berdarah Aljazair, yang kemudian hijrah ke Mesir karena dikejar penjajah Prancis. Di Damaskus, beliau bahkan dijatuhi hukuman mati secara in absentia karena perjuangannya melawan penjajahan.
Karena ilmunya yang luas dan sikapnya yang tegas, para ulama mendukung beliau sampai akhirnya menjadi satu-satunya ulama Arab dari luar Mesir yang pernah menjadi Syekh Al-Azhar.
Hampir semua Syekh Al-Azhar tidak memuji pemerintah dengan porsi yang berlebihan, apalagi minta-minta di hadapan khalayak ramai. Silakan simak acara keagamaan yang dihadiri oleh presiden, isinya penekanan dakwah, bahkan kadang-kadang Syekhul Al-Azhar menyelundupan kritikan lewat kata-kata.
Ini sebabnya hanya: “wibawa keilmuan dan wibawa kemandirian ekonomi.”
Saya paham bahwa gerakan ulama perlu dukungan dari pemerintah, atau setidaknya tidak dihambat pergerakan dakwah, tapi memuji dengan cara berlebihan, bahkan di bagian memuji pemerintah, terlihat tokoh-tokoh ini berlomba-lomba.
Saya teringat pernyataan Dr. Mukhtar Al-Syinqiti “salah satu sebab anak muda dan masyarakat berjarak dengan ulama tradisional karena kedekatan mareka dengan pemerintah yang lalim”.
***
Imam Muhammad al-Khadr Husayn (1876–1958) adalah seorang ulama besar, ahli fikih, sastrawan, dan Imam Besar Universitas al-Azhar asal Tunisia.
Biografi Singkat
- Lahir: 26 Rajab 1293 H (1876 M) di Nefta, Tunisia.
- Pendidikan: Menghafal Al-Qur’an sejak kecil dan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Zaitunah, Tunisia.
- Wafat: 1377 H (1958 M).
Perjalanan Hidup dan Karier
- Pindah ke Berbagai Negara: Sempat tinggal di Damaskus dan Istanbul (Astanah) sebagai pengajar.
- Pindah ke Mesir: Pindah ke Kairo pada tahun 1922 M akibat pendudukan Prancis di Suriah. Ia bekerja sebagai editor dan meraih ijazah dari Universitas al-Azhar.
- Imam Besar al-Azhar: Menjabat sebagai Syaikh al-Azhar (Imam Besar) pada periode 1952–1954.
- Karya Tulis: Aktif menulis dan memimpin majalah seperti As-Sa’adah al-‘Uzma dan Al-Hidayah al-Islamiyyah, serta menulis buku pemikiran Islam seperti Rasā’il al-Iṣlāḥ.








